Menanggapi Dirusaknya Pos Karcis Wisata Ujung Genteng, Dewan Elis ” Itu Bentuk Lemahnya Koordinasi Antara Dispar Dan DLH “

oleh -
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Sukabumi Komisi lV ( empat) Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Elis Ernawati menanggapi dirusaknya pos karcis Obyek Wisata Ujung Genteng oleh oknum massa

Wartawan Aep Saepudin

Sukabumionline.net, Sukabumi- Menanggapi dirusaknya Pos karcis Obyek Wisata Ujung Genteng oleh oknum massa yang diduga sementara akibat kekesalan warga atas tumpukan sampah di sekitar obyek wisata.

banner 970x90

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Sukabumi Komisi lV ( empat) Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Elis Ernawati berpendapat ” kalau menurut saya itu kurang adanya koordinasi yang jelas antara dua instansi, antara Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan Hidup” pernyataannya tersebut disampaikan via seluler , Rabu (11/05/2022).

Hj. Elis Ernawati sendiri sebagai wakil rakyat yang sekarang duduk di Komisi lV ( empat) DPRD Kabupaten Sukabumi yang bermitra kerja dengan Dinas Pariwisata, merasa ikut bertanggung jawab atas apa yang menjadi keluhan masyarakat , ” menanggapi permasalahan itu, kalau menurut saya perlu adanya kolaborasi tugas fungsi dua instansi, antara Dispar dan DLH, seharusnya mereka mengantisipasi sejak dini permasalahan ini. Kalau kita ulas dua tahun ke belakang, dengan adanya pandemi covid-19, warga tidak bebas kemana-mana karena ada pembatasan kegiatan, dan saat ini Kabupaten Sukabumi memasuki PPKM level 1, otomatis berarti ada pelonggaran buat kegiatan masyarakat, sehingga masyarakat dengan dua tahun tidak bisa bebas kemana-mana karena ada pembatasan, mereka seakan haus akan liburan.

Jadi seperti kejadian kemarin jutaan wisatawan masuk ke Kabupaten Sukabumi, ya kita dengan semua itu harus berbangga hati dengan banyak wisatawan kita harus bersyukur, karena selain bisa meningkatkan ekonomi warga setempat sekitar obyek wisata, tentunya juga ada peningkatan PAD, tapi di balik semua itu, Pemda Kabupaten Sukabumi harus mengantisipasi dampaknya, karena dengan jutaan wisatawan pasti mengakibatkan terjadi banyaknya sampah bekas makanan atau juga minuman yang mereka konsumsi.

Untuk itu pemda dalam hal ini Dinas Pariwisata harus mempunyai langkah-langkah antisipatif menghadapi semua itu, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kejadian di obyek wisata Ujung Genteng itu, tumpukan sampah di areal obyek wisata menjadi keluhan warga ” ujarnya.

Di sisi lain Hj. Elis menambahkan” permasalahan ini saya akan dalami dulu, kalau memungkinkan ini akan dibawa ke pimpinan komisi untuk dirempug menjadi bahasan bersama, untuk menjadi bahasan evaluasi, kita akan bahas dengan mitra kerja kita Dinas Pariwisata di rapat kerja nanti sehingga permasalahan seperti ini tidak terjadi lagi ” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email