Ikut Menolak Kenaikan BBM, dr. Ribka Tjiptaning ” Karena Mempersulit Rakyat “

oleh -
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ( DPR R.I.) Komisi Vll (tujuh) dari Fraksi PDI Perjuangan dr. Ribka Tjiptaning ikut menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak ( BBM), karena menurutnya itu akan mempersulit rakyat

Wartawan Aep Saepudin

Sukabumionline.net, Sukabumi- Maraknya penolakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi beberapa waktu lalu di beberapa daerah di negeri ini, membuat polemik sampai kegundahan masyarakat tentang kenaikan sebagian harga Bahan Bakar Minyak tersebut.

banner 970x90

PT. Pertamina Persero sendiri, seperti dilansir dari laman resmi perseroan pada Kamis (31/03/2022), kenaikan harga pertamax menjadi Rp.12.500 berlaku di Provinsi Nanggroe Aceh Daarussalam, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

Meski demikian, kenaikan harga tersebut tidak berlaku untuk 24 provinsi lainnya. Harga Pertamax di sejumlah provinsi itu naik menjadi Rp12.750 – Rp13.000 per liter.

Hal tersebut menjadi sorotan berbagai pihak, seperti diantaranya anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ( DPR R.I.) Komisi Vll (tujuh) dari Fraksi PDI Perjuangan dr. Ribka Tjiptaning, ikut menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak ( BBM), karena menurutnya itu akan mempersulit rakyat.

Seperti disampaikannya kepada awak media, di sela-sela acara Reses Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di RSPR Kelurahan Situmekar Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi, Kamis (21/04/2022)

“Dari awal saya kan yang selalu ikut kampanye Pak Jokowi dulu , mungkin beda pendapat lah sama teman-teman yang tidak merasakan waktu mendampingi Pak Jokowi kampanye, aku yang ikut mendampingi kampanye waktu calon presiden, dari mulai waktu periode yang pertama.

Dan Pak Jokowi janji waktu itu tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM ), jadi aku tetap saja pada sikapku menolak kenaikan BBM, karena mempersulit rakyat walaupun itu baik jenis pertalit, pertamak, solar, saya secara pribadi menolak, ” Ungkapnya”

Di sisi lain dr. Ribka terus menyuarakan apa yang menjadi aspirasi masyarakat saat ini, tentang kenaikan harga BBM tersebut, dan beliau terus menyuarakannya di setiap momen dan kesempatan yang didapatnya,

“Saya sih tetap bersuara walaupun melalui voksi 7 PDI perjuangan yang ada di komisi Vll (tujuh), kemudian melalui fraksi saya terus mengingatkan bahwa apalagi inikan pertalit, dan solar itu sangat bersinggungan dengan rakyat apalagi mau lebaran anak-anak mau sekolah, ini kan sangat menyulitkan rakyat ” pungkasnya” (*)

Print Friendly, PDF & Email