RAKOR KLA, SEKDA HARAP HAK-HAK ANAK UNTUK TUMBUH BERKEMBANG BISA TERJAMIN

oleh -
Sekda Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman, S.H., M.H., mengikuti rapat koordinasi Kabupaten/Kota Layak Anak di Ruang Rapat DP3A

Wartawan Aep Saepudin

Sukabumionline.net, Sukabumi- Sekda Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman, S.H., M.H., mengikuti rapat koordinasi Kabupaten/Kota Layak Anak di Ruang Rapat DP3A, Selasa (29/03/2022). Rapat yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi ini, membahas berbagai upaya strategis dan sinkronisasi kegiatan di masing-masing lembaga untuk mendukung Kabupaten/Kota Layak Anak.

banner 970x90

Menurut Sekdis DP3A, Titin Malikatun Andadari, maksud diadakan rakor untuk menyamakan persepsi mengenai indikator dan suport dari stekholder terkait upaya mewujudkan Kab/Kota Layak Anak sehingga berbagai kekurangan dapat diperbaiki.

Sementara itu, Sekda mengatakan rakor merupakan media penyampaian ide dan gagasan untuk menjawab berbagai permasalahan anak di Kabupaten Sukabumi ” Dengan adanya rapat koordinasi ini, saya optimis aksi berikutnya jauh lebih akomodatif, sesuai tuntutan yang berkembang ” ujarnya.

Aksi yang akan dilakukan, lanjut Sekda, harus sinkron dengan kegiatan yang mendukung Kabupaten Sukabumi untuk memenuhi kriteria Kabupaten layak anak ” Maka dari itu, gugus tugas harus bisa mengaplikasikan program kerjanya sesuai tugas dan fungsi yang melekat pada perangkat daerah,” jelasnyanya.

Gugus tugas juga diminta melakukan identifikasi berbagai potensi terkait pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Hal itu diperkuat dengan komitmen bersama yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan ” Kebijakan pengembangan Kabupaten/Kota layak anak adalah pengintegrasian komitmen sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha,” tambahnya.

Kedepan, Sekda berharap pemenuhan hak-hak anak untuk tetap tumbuh dan berkembang dapat terjamin ” Saya mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan resiko terhadap anak dalam segala bentuk. Mulai dari eksploitasi, penelantaran, dan kekerasan terhadap anak ” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email