Ketua PAC PDI Perjuangan Kec. Nyalindung Geram, Tentang Karut-Marut Penyaluran BPS/BPNT Di Wilayahnya

oleh -
Foto Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Nyalindung Acep / Asep Bob

Wartawan Aep Saepudin

Sukabumionline.net, Sukabumi- Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kecamatan Nyalindung, Asep BOB, ikut prihatin atas karut-marutnya proses penyaluran Bantuan Program Sembako (BPS) atau sebelumnya disebut program BPNT yang terjadi di wilayah Kecamatan Nyalindung di mana beliau tinggal saat ini,

banner 970x90

Keprihatinannya tersebut alhasil berdasarkan pemantauannya di lapangan serta mendapatkannya keluhan masyarakat yang menerima bantuan tersebut atau Keluarga Penerima Manfaat ( KPM) , yang menurutnya tidak sesuai dengan kualitas maupun kuantitas, serta mekanisme penyalurannyapun yang sangat perlu ada perbaikan, menurutnya.

Menanggapi semua permasalahan itu atau karut-marutnya penyaluran BPS di wilayah Kecamatan Nyalindung tersebut sehingga membuatnya geram dan angkat bicara

Acep atau akrab dipanggil dengan Asep BOB, saat menyampaikan kepada awak media, Sabtu (05/03/2022) ” Penyaluran Bantuan Program Sembako atau yang kemarin disebut juga BPNT yang disalurkan beberapa hari kemarin, meninggalkan beberapa permasalahan, kalau menurut saya perlu adanya evaluasi bagi stakeholder yang ikut terlibat dalam proses penyaluran bantuan tersebut.

Inikan, lanjut Asep ” BPS atau BPNT itu merupakan program mulia pemerintah untuk membantu masyarakat yang saat ini terdampak pandemi Covid-19. Jadi sangat perlu sekali program bantuan ini dapat diimplementasikan dengan baik di daerah, sehingga masyarakat bisa menikmati BPS ini sesuai dengan juklak dan juknis yang sudah ditentukan oleh pemerintah, ” ungkapnya”

Dan Asep menambahkan ” berdasarkan hasil pemantauan di lapangan di saat proses penyaluran , kalau menurut saya banyak sekali keganjilan, dari mulai saat KPM mencairkan uangnya. Dan saya melihat langsung, ketika si KPM itu dipoto sambil memegang uang, dan uangnya di situ juga ditukar dengan paket sembako di e-waroeng yang sudah disediakan, jadi KPM pulangnya langsung membawa paketan sembako tersebut.

Dan menurut pantauan saya kualitas dan kuantitas paketan sembakonyapun sangat diragukan, belum sesuai dengan juklak dan juknisnya.

Sebab saya pernah ada masukan dari KPM, kalau harga telur yang diterimanya itu jauh beda dengan harga telur yang dijual di pasaran. Itu baru dari satu item belum yang lainnya. Dan sayapun juga pernah menerima keluhan dari KPM , mereka menginginkan belanja bisa di mana saja, dan tidak mau dipaket-paketkan.

Kalau kita melihat kebutuhan masyarakat tidak selalu sama kan, ada yang mau membeli ini membeli itu, yang penting barang yang dibeli atau sembakonya itu bisa memenuhi beberapa unsur yang telah ditentukan oleh pemerintah, dari mulai adanya karbohidrat, unsur hewani, vitamin, dan sebagainya.

Nah dengan permasalahan tersebut saya berharap, ini segera ditindaklanjuti oleh para pemangku kebijakan, dari mulai Kemensos, Tikor Kabupaten juga Muspika dengan tikornya, TKSK serta pendamping , bisa lebih berperan aktif untuk menindaklanjuti permasalahan ini.

Dan juga saya berharap sekali bahwa pembelanjaan si KPM bisa dikembalikan kepada kearifan lokal, sebab dengan seperti itu para pelaku UMKM setempat khususnya para pedagang, seperti pedagang beras, pedagang daging, pedagang buah buahan juga pedagang telur bisa ikut terlibat berjualan sebagai e-waroeng yang dibeli barangnya oleh si KPM tersebut.

Sehingga, lanjut Asep” perputaran uang di Kecamatan Nyalindung ini bisa dirasakan oleh masyarakatnya sendiri, bukan berputar di luar daerah ini . Dengan perputaran uangnya di daerah sekitar Nyalindung ini, dengan sendirinya bisa menjadi daya ungkit untuk meningkatkan prekonomian masyarakat di tengah pandemi seperti ini, saya selaku pimpinan partai PDI Perjuangan Kecamatan Nyalindung , Insya allah akan selalu berjuang sekuat tenaga dan membela apa yang menjadi hak-hak rakyat ” pungkas nya” (*)

Print Friendly, PDF & Email