Terus Glorakan Sosialisasi 4 Pilar, Muhammad Jaenudin Berharap Masyarakat Bisa Terus Memahami Substansi Pancasila Serta UUD 45

oleh -
Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat , Muhammad Jaenudin, S.Ag, M.H., melaksanakan sosialisasi 4 pilar Kebangsaan/ Sketsa Kebangsaan, berlokasi di aula Kantor Sekertariat Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( DPC PDI-P) Kabupaten Sukabumi

Wartawan Aep Saepudin

Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat , Muhammad Jaenudin, S.Ag, M.H., melaksanakan sosialisasi 4 pilar Kebangsaan/ Sketsa Kebangsaan.

banner 970x90

Acara yang digelar di aula Kantor Sekertariat Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( DPC PDI-P) Kabupaten Sukabumi, Jalan Selakopi Desa Lembur Sawah Kecamatan Cicantayan, Rabu (02/03/22)

Nampak hadir pada acara tersebut, para pengurus DPC yang diketuai H. Yudi Suryadikrama, SH., Perwakilan Rumah Aspirasi dr. Ribka Tjiptaning, Sigit Herlambang, serta para pengurus PAC Kecamatan Cibadak dan PAC Kecamaatan Cicantayan juga warga sekitar,

Pada acara tersebut, Muhammad Jaenudin terus menyampaikan pesan tentang pentingnya memperkokoh persatuan, serta memahami arti dan substansi Pancasila serta UUD 1945,

Seusai acara sosialisasi Muhammad Jaenudin menyampaikan harapannya “harapan saya sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan dengan terus digelorakannya sosialisasi 4 pilar ini, terutama masyarakat yang milenial terus memahami substansi yang pertama Pancasila dan kemudian Undang-Undang Daasar 1945, yang kita jadikan strata paling tinggi urutan hukum di Indonesia, karena hari inikan di media sosial kemudian di tempat-tempat diskusi yang lain banyak yang belum memahami kedudukan dan posisi Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila jadi strata paling tinggi terhadap referennsi hukum apapun yang ada di Indonesia.

Maka komandan setiap undang-undang itu adalah Undang-Undang Dasar 1945, kemudian kita juga ingin memberikan pencerahan kepada teman-teman melinial tentang bagaimana perbedaan pendapat agama, ras dan lainnya tidak menjadi halangan untuk terus menjalin persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia , ” pungkas Jaenudin” (*)

Print Friendly, PDF & Email