Polres Sukabumi Kerahkan Tim Black Marlin untuk Razia Prokes

oleh -
Polres Sukabumi mengerahkan Tim Black Marlin dan tim razia KRYD untuk menjaga kondusivitas di tempat wisata dan pusat-pusat keramaian.

Wartawan M. Ridwan Cangehgar

Guna mempertahankan status PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 1, Polres Sukabumi mengerahkan Tim Black Marlin untuk menggelar razia protokol kesehatan (prokes). Razia oleh Tim Black Marlin digelar pada Sabtu malam hingga Ahad (13/2/2022) dini hari.  

banner 970x90

Selama razia, Tim Blakc Marlin mendatangi beberapa objek wisata dan tempat-tempat ramai. Petugas memeriksa para pengguna sepeda motor yang tidak mengenakan masker dan menegur para pengunjung tempat wisata yang melanggar prokes.

“Kami mempunyai tim khusus yang diberi nama ‘Black Marlin’. Tim ini melaksanakan penertiban prokes setiap Sabtu dan Ahad ke tempat-tempat wisata dan pusat-pusat keramaian,” kata Humas Polres Sukabumi, Ipda Aah Saepul Rohman.

Salah satu tujuan razia, ujar dia, adalah untuk mempertahkan status PPKM Level 1 di Kabupaten Sukabumi sebagaimana diatur dalam Inmendagri Nomor 9 Tahun 2022 yang berlaku sampai tanggal 14 Februari 2022.

“Tim Black Marlin secara rutin melaksanakan patroli untuk menyampaikan himbauan maupun penertiban prokes dengan sasaran pusat keramaian dan kawasan wisata,” kata Ipda Aah.

Selain itu jajaran Polres Sukabumi menggelar operasi cipta kondisi dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) dengan sasaran senjata tajam, knalpot bising, dan minuman beralkohol. Dalam operasi ini, para petugas memeriksa sepeda motor yang dicurigai membawa benda-benda berbahaya.  

Ipda Aah juga menyampaikan imbauan Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah, S.H., S.I.K., M.H.  agar masyarakat tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk menerapkan prokes dalam beraktivitas di ruang publik terutama menggunakan masker dan menghindari kerumunan.

“Imbauan ini disampaikan untuk menghadapi penularan virus Corona yang belum berakhir, terlebih dengan munculnya Virus Omicron yang menurut para pakar kesehatan dapat menular lebih cepat,” kata dia. (*)

Print Friendly, PDF & Email