Petugas Gabungan Membongkar Kios PKL di Jalan Perniagaan

oleh -
Petugas gabungan dibantu alat berat melakukan pembongkaran terhadap kios-kios milik PKL di Jalan Perniagaan atau Gang Peda.

Wartawan Joko Samudro Suroboyo  

Akhirnya Pemkot Sukabumi menunaikan janjinya untuk menertibkan PKL di sejumlah ruas jalan. Tahap pertama penertiban PKL digelar di Jalan Perniagaan atau lebih dikenal Gang Peda yang menghubungkan Jalan Ahmad Yani ke Pasar Pelita.

banner 970x90

Penertiban PKL digelar Sabtu (12/2/2022) melibatkan ratusan aparat gabungan dari Satpol PP, Polres Sukabumi Kota, Kodim 0607, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, dan PLN. Para petugas juga mengerahkan alat berat backhoe untuk menghancurkan bangunan kios yang berdiri di badan jalan.

Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, penertiban berjalan lancar, nyaris tanpa hambatan. Tidak ada bentuk perlawanan dari para PKL saat lapak mereka dibongkar oleh petugas. Bahkan para PKL ikut membantu proses pembongkaran kios milik mereka.

Dalam penertiban tersebut, petugas gabungan mengangkut  bongkaran lapak dengan dumptruck milik DLH. Petugas membawa bongkaran tersebut ke TPA Cikundul di Kecamatan Lembursitu.

Para pedagang tampak pasrah dan tidak mempunyai pilihan lain kecuali tunduk pada keputusan Pemkot Sukabumi. Mereka berbesar hati mendukung penertiban demi kepentingan yang lebih besar yakni terwujudnya ketertiban dan kenyamanan di lingkungan kota.

“Semua dagangan sudah saya amankan dulu di rumah sambil menunggu waktu untuk berjualan di Pasar Pelita. Bahkan saya ikut membongkar lapak milik saya. Lumayan ada material bangunan bekas lapak bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain,” kata Aripin (65) salah seorang PKL di Jalan Perniagaan ketika ditemui di tengah proses penertiban.

Di lapangan ikut memantau kegiatan penertiban antara lain Wali Kota Sukabumi H.  Achmad Fahmi; Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin; Dandim 0607 Kota Sukabumi, Letkol Inf. Dedi Arianto; Sekda Kota Sukabumi, Dida Sembada;  Kepala Dinas Satpol-PP Damkar, Agus Wawan Gunawan; Kadishub Kota Sukabumi, Abdul Rachman; dan Kadiskominfo Rahmat Sukandar.

Wali Kota Sukabumi kepada wartawan mengatakan sebelum dilaksanakan penertiban, unsur pemerintah daerah dan Forkompinda telah melaksanakan beberapa tahapan sosialisasi kepada para PKL. Rentang waktunya sudah cukup lama mulai dari imbauan sampai pemberian surat peringatan.

“Alhamdulillah kita melihat bersama ada beberapa pedagang yang ikut membongkar sendiri lapaknya. Hal itu menunjukkan pedagang telah memahami program relokasi pedagang dari badan jalan,” kata Fahmi.

Setelah Jalan Perniagaan, ruas-ruas jalan yang lainnya yang akan ditertibkan terdiri dari Jalan Porpakis, Jalan Kapten Harun Kabir, Jalan Stasiun Timur, Jalan Stasiun Barat, Jalan Pasar Baru/Pasar Wetan, Jalan Stasiun Barat Kanopi A, dan Gang Arab.

“Kami targetkan penertiban PKL itu selesai pada tanggal 21 Februari mendatang. Tujuan penertiban untuk normalisasi arus lalu lintas menuju Pasar Pelita. Jalan Perniagaan merupakan akses masuk yang paling baik menuju Pasar Pelita. Karena itu jalan ini harus dibebaskan dari kegiatan berjualan.

Setelah penataan, lanjut dia, Pemkot Sukabumi akan melakukan renovasi mulai dari perbaikan jalan dan trotoar sampai penataan agar penampilannya menunjukkan ciri khas dan wajah Kota Sukabumi Sukabumi. 

Untuk para pedagang, Fahmi menganjurkan mereka untuk membayar uang muka Rp6,5 juta agara dapat langsung berjualan di Pasar Pelita. Dalam hal ini pihak pengembangan telah memberikan keringanan kepada para pedagang.

Penertiban di Jalan Perniagaan berlangsung sampai dengan Ahad, 13 Februari 2022. Selanjutnya  penertiban dilaksanakan di Jalan Pasar Porpakis (14-15 Februari),  Gang Arab (16 Februari), Jalan Stasiun Barat Kanopi A (17 Februari), Jalan Stasiun Barat (16 Februari), Jalan Pasar Baru atau Pasar Wetan (17 Februari), Jalan Stasiun Timur (12-13 Februari), dan Jalan Kapten Harun Kabir (18-21 Februari). (*)

Print Friendly, PDF & Email