Tingkatkan Produktivitas Padi, Program IP Padi 400 Dapat Panen Empat Kali Setahun

oleh -
Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi (keempat dari kiri) ikut menanam benih padi dalam rangka peluncuran program IP Padi 400 yang dapat panen empat kali dalam satu tahun.

Wartawan Joko Samudro Suroboyo

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi meluncurkan program Indeks Pertanaman (IP) Padi 400. Dengan program tersebut, semua sawah yang masuk ke dalam IP Padi 400 dapat melakukan panen sebanyak empat kali dalam satu tahun.

banner 970x90

Peluncuran IP Padi 400 dipimpin Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi bersama Kepala DKP3 Andri Setiawan di Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kamis (10/2/2022). Di tempat peluncuran program tersebut tampak hadir perwakilan dari Kementerian Pertanian RI sebagai supervisi IP Padi 400.

“Kami bangga hari ini dapat meluncurkan IP Padi 400 sebagai ikhtiar untuk meningkatkan produktivitas padi di Kota Sukabumi,” kata wali kota dalam peluncuran program tersebut.   

Pencanangan IP Padi 400 ditandai dengan penanaman bibit padi varietas unggul oleh wali kota dan para pejabat yang hadir serta perwakilan petani. Dia mengharapkan para petani di Kota Sukabumi dapat mengikuti program yang dicanangkannya itu.

“Dengan adanya program ini, kami harapkan produktivitas tanaman pangan dapat meningkat sehingga Kota Sukabumi tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan pangan warga,” ujar Fahmi.

Sampai saat ini, warga Kota Sukabumi baru bisa memenuhi kebutuhan pangan, khususnya beras sebanyak 30 persen dari seluruh kebutuhan pangan.

Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Andri Setiawan menjelaskan, lahan pertanian di Kota Sukabumi setiap tahun semakin berkurang seiring dengan pesatnya kemajuan pembangunan. Sementara jumlah penduduk semakin bertambah. Otomatis kebutuhan pangan pun terus meningkat.

“Untuk mengatasi problem kekurangan pangan, kami meluncurkan IP Padi 400. Melalui program ini panen padi akan dilakukan sebanyak 4 kali dalam setahun. Varietas padi yang ditanam adalah varietas genjah atau cepat berbuah,” kata Andri. (*)

Print Friendly, PDF & Email