Wali Kota Mendorong Dinkes Wujudkan Health Care

oleh -
Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi meyampaikan arahan dan harapan pada Forum Perangkat Daerah di Dinas Kesehatan untuk menyusun RKPD tahun 2023.

Wartawan Joko Samudro Suroboyo

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi harus segera menyiapkan peralatan berbasis teknologi modern dan SDM yang mumpuni untuk menjawab tantangan dan kemajuan zaman. Infrastruktur kesehatan harus diarahkan pada program health care atau pelayanan kesehatan yang terpadu dan komprehensif dengan dukungan tenaga kesehatan profesional dan peralatan yang modern.

banner 970x90

Hal itu dikatakan Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi pada pembukaan Forum Perangkat Daerah (FPD) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Senin (7/2/2022). FPD diselenggarakan di Kantor Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Jalan Suryakencana Kota Sukabumi dalam rangka penyusunan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) tahun 2023. 

“Intinya harus ada persiapan untuk penerapan teknologi dan pelayanan kesehatan dalam rangka menjawab tantangan zaman. Dinas Kesehatan harus mewujudkan health care,” kata wali kota.

Kota Sukabumi sebagai pusat pelayanan berkualitas di bidang pendidikan, kesehatan dan perdagangan, ujar dia, mesti bisa mewujudkan sistem pelayanan kesehatan berbasis pelayanan digital.

Setiap perangkat daerah, lanjutnya, memiliki peran untuk memperbaiki target indikator makro. Tugas Dinkes terkait dengan upaya untuk mengurangi warga yang sakit. Munculnya penduduk miskin erat kaitannya dengan kesehatan, banyak warga menjadi miskin karena sakit. Karena itu Dinkes harus terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

”Ketika sebagian besar warga dalam keadaan sehat maka angka kemiskinan dapat ditekan,” ujarnya.

Ia mengatakan ada sejumlah isu terkini yang akan menjadi pokok intervensi pada tahun 2023.  Pertama penangananan pasca pandemi Covid-19 dan vaksinasi. Pada tahun depan diharapkan pandemi sudah berubah menjadi endemi. 

Selain itu ada tujuh program ekonomi baru dimana health care terdapat di dalamnya. Program tujuh ekonomi baru ini sejalan dengan visi Pemkot Sukabumi sebagai kota jasa pendidikan, kesehatan, dan perdagangan.

”Oleh karenanya teknologi kesehatan harus semakin meningkat dari waktu ke waktu. Dinkes dan RSUD Syamsudin harus mengupdate peralatan dengan tekonologi terbaru,” kata Fahmi.

Kepala daerah juga menyoroti perkembangan pandemi saat ini. Sampai dengan 6 Februari 2022, jumlah pasien Covid-19 yang tengah diisolasi mencapai 73 orang. Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama agar lanjut Covid-19 dapat ditekan.

Selain itu Dinkes melalui program kerjanya harus mampu meningkatkan skor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2023 menjadi sebesar 74,75.

Dijelaskan pula beberapa isu strategis yang harus menjadi pertimbangan dalam penyusunan dan pelaksanaan program seperti pemenuhan sarana dan prasarana rumah sakit sesuai standar, pemenuhan diversifikasi, serta peningkatan profesionalisme dan komitmen SDM.

Sementara itu Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dini Maryani dalam laporannya menjelaskan, dari berbagai Musrenbang yang telah digelar di tingkat kelurahan dan kecamatan, pihaknya menginventarisir 21 usulan yang akan diselaraskan dengan program kerja Dinas Kesehatan tahun 2023. Dinkes telah menyiapkan tiga kegiatan fisik yang akan dilaksanakan tahun depan. (*)

Print Friendly, PDF & Email