Jumlah Pegawai Cukup, Kantor Kebersihan Cicurug Kekurangan Alat Angkut

oleh -
Tumpukan sampah yang belum terangkut di wilayah tugas Sektor III DLH Kabupaten Sukabumi karena kekurangan sarana angkutan.

Wartawan Suryana, S.E.

Sektor III Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi Wilayah Cicurug kekurangan peralatan kerja khususnya alat angkutan sampah. Akibat kekurangan sarana tersebut, di wilayah Cicurug dan sekitarnya sering terjadi keterlambatan dalam pengangkutan sampah dari lingkungan permukiman ke tempat penampungan sampah.

banner 970x90

“Alat angkut yang kami inginkan adalah cator atau becak motor sebagai sarana angkutan yang bisa bergerak ke jalan-jalan kecil. Jika jumlah cator memadai, kami yakin tidak akan ada lagi keterlambatan dalam pengangkutan sampah,” kata salah seorang pegawai DLH Sektor III Cicurug yang keberatan dituliskan namanya, Selasa (1/2/2022).

Kenyataannya di lapangan banyak ditemukan sampah yang belum terangkut dari permukiman ke tempat penampungan sampah. Sektor III hanya memiliki satu unit cator untuk menyisir sampah di gang-gang dan lingkungan perumahan warga.

“Idealnya kami memiliki setidaknya tiga unit cator. Jadi kekurangannya dua unit lagi agar dapat mengatasi pengangkutan sampah di wilayah kami,” ujar dia.

Peralatan kerja di Sektor III DLH Kabupaten Sukabumi Wilayah Cicurug belum memadai untuk menangani sampah di wilayah tersebut.   

Selama ini banyak sampah yang terlambat diangkut karena sarana angkutan di Sektor III harus berkeliling ke semua wilayah kerja. Dia harapkan DLH Kabupaten Sukabumi memperhatikan kebutuhan sarana pengangkutan di Sektor III tersebut.

Sektor III DLH Kabupaten Sukabumi berkantor di Jalan Cimalati tepatnya di Kampung Nangklak, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Setiap hari banyak sampah yang diangkut dari Cicurug mencapai 6 truk dengan dua kali pengangkutan. Totalnya kira-kira 15 ton sampah yang dikirim dari Cicurug ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Cimenteng, Cikembar.

Keseluruhan jumlah pegawai mencapai 6 orang PNS ditambah tenaga honorer dan tenaga harian lepas. Menurut pegawai yang menjadi narasumber, jumlah pegawai sudah mencukupi.

“Tugas kami di sini selain mengangkut juga menyortir sampah agar sampah yang dikirim ke TPAS benar-benar sampah yang tidak dapat dimanfaatkan lagi. Tugas penyortiran dilaksanakan oleh teaga honorer,” tuturnya. (*)  

Print Friendly, PDF & Email