Tanpa Sebab, Pria Berkaus Hitam Menyerang Pemilik Warung di Gunungbentang

oleh -

Wartawan M. Hamjah

Tanpa angin tiada hujan, pria misterius ujug-ujug menyerang wanita pemilik warung di Kampung Ciketa, Desa Gunungbentang, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Karena korban melawan, orang yang mengenakan kaus hitam itu gagal melakukan penganiayaan lebih jauh. Dia kabur setelah pemilik warung melawan dan warga mengejarnya.

banner 970x90

Berdasarkan informasi yang dihimpun di tempat kejadian, awalnya pemilik warung bernama Heti pada Sabtu (22/1/2022) kira-kira pukul 11.30 WIB sedang menjaga warung. Entah dari mana munculnya datang seorang pria yang tidak dikenalnya hendak membeli kopi. Heti melayaninya dengan baik layaknya kepada pembeli.

Tidak lama kemudian, pria itu meminta akan menumpang buang hajat ke kamar kecil. Heti mempersilakannya. Situasi di warung sedang sepi, tidak ada orang lain selain Heti dan pria misterius tersebut. Selesai urusannya di toilet, pria itu mendekati Heti yang sedang menggoreng keripik.

Tiba-tiba si pria membekap Heti dari belakang. Setelah itu dia melancarkan serangan fisik dan menyeret Heti ke ruangan belakang. Heti tidak berkutik setelah berada di dalam ruangan. Namun dia masih bisa melakukan perlawanan dan berteriak.

“Saya berteriak dan mencoba melawan. Kejadiannya  berlangsung kurang lebih 20 menit. Saya berhasil lari keluar dan berteriak minta tolong hingga terdengar oleh para tetangga,” kata Heti kepada wartawan, Ahad (23/1/2022). 

Diduga panik, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motornya ke arah selatan menuju Jalan Cibarengkok. Warga pun mengejar dan mengubernya beramai-ramai. Namun warga terkecoh karena si pelaku diduga menggunakan jalan alternatif. Mereka kehilangan jejak pria aneh tersebut.

“Orang itu memakai kaos hitam dan celana hitam. Ciri-ciri lainnya berkulit gelap, badannya tinggi, dan rambutnya ikal. Dia memakai motor Beat berwarna merah,” ujar Heti. 

Kanit Reskrim Polsek Sagaranten, Bripka Lukky Lukmanul Hakim membenarkan peristiwa penganiayaan terhadap Heti itu. Dia telah menerima laporan dari korban perihal aksi kekerasan tersebut.

“Kami masih mengumpulkan saksi-saksi serta mendatangi korban. Bu Heti mengalami luka ringan di kepala bagian belakang. Sampai sekarang belum jelas benar motif di balik penganiayaan itu.  Kami masih terus mendalami kasus penganiayaan ini,” kata Bripka Lukky. (*)

Print Friendly, PDF & Email