RSUD Jampangkulon Canangkan Penerapan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

oleh -
Direktur RSUD Jampangkulon dr Rochady SH Wibawa, Sp.OG., M.Kes. membubuhkan tanda tangannya untuk menyatakan kesanggupan mewujudkan zona integritas menuju WBK dan WBBM.

Wartawan M. Dicky Sopyan

RSUD Jampangkulon di Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi menggelar pencanangan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Pada kegiatan itu pimpinan, staf, dan pegawai rumah sakit milik Pemprov Jabar itu menandatangani kesiapan untuk mewujudkan zona integritas menuju WBK dan WBBM.

banner 970x90

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula  gedung manajemen lantai II RSUD Jampangkulon, Kamis (20/1/2022). Pencanangan zona integritas menuju WBK dan WBBM itu berlangsung secara hibrid yaitu langsung tatap muka dan secara virtual bersama jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar.

Pada acara itu tampak hadir Direktur RSUD Jampangkulon dr Rochady SH Wibawa, Sp.OG., M.Kes., para kepala puskesmas di wilayah Jampangkulon, Muspika Jampangkulon, Kepala Desa Tanjung, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi.  

Dalam sambutanya, Direktur RSUD Jampangkulon mengatakan,  kegiatan yang digelarnya merupakan bukti kesiapan jajarannya untuk mewujudkan zona integritas menuju WBK dan WBBM. 

“Rumah Sakit Daerah Jampangkulon Provinsi Jawa Barat  merupakan bagian dari organisasi perangkat daerah yang diberi tugas untuk memberikan pelayanan terbaik yang profesional. Untuk memenuhi hal itu, kami harus siap mewujudkan WBK dan WBBM,” kata Rochady.

Sementara itu dalam arahannya melalui fasilitas virtual, Sekretaris Dinkes Provinsi Jawa Barat, Sri Sudartini, M.P.S. menyampaikan, pencanangan dan sosialiasi pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM merupakan amanat dari Perpres Nomor 54  Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang.  

“Saya berharap agar komitmen yang sudah dibangun dapat terus dikembangkan dan ditularkan kepada aparatur di bawahnya sehingga tujuan pembangunan zona integritas benar-benar bisa terwujud yaitu mencegah terjadinya korupsi dan meningkatnya pelayanan kepada masyarakat,” ujar Sri.

Dalam mencapai sasaran hasil pembangunan zona Integritas menuju WBK dan WBBM, ujar dia, terdapat beberapa komponen antara lain Manajemen Perubahan, Penataan Tatalaksana, Penataan Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, Penguatan Pengawasan, dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.  

Tahun depan, lanjut Sri,  seluruh SKPD di lingkungan Pemprov Jabar harus mencanangkan WBK dan WBBM.

“Keberhasilan dalam pembangunan zona integritas secara langsung akan mengangkat nilai indeks reformasi birokrasi. Namun lebih dari itu ada target yang ingin dicapai yaitu terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas KKN serta terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat,” kata Sri. 

Kegiatan tersebut ditutup dengan penandatangan komitmen bersama untuk membangun zona integritas menuju WBK dan WBBM. Mereka yang menandatangani pakta tersebut adalah seluruh pimpinan, staf, dan karyawan RSUD Jampangkulon. (*)

Print Friendly, PDF & Email