Musrenbang di Kecamatan Gunungpuyuh Awali Penyusunan RKPD Kota Sukabumi Tahun 2023

oleh -
Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi (kiri) bersama Camat Gunungpuyuh Aries Ariandi setelah pembukaan Musrenbang tingkat kecamatan di Kecamatan Gunungpuyuh.

Wartawan Joko Samudro Suroboyo

Penyusunan program pembangunan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Sukabumi tahun 2023 diawali dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk tahun 2023 tingkat kecamatan di Kecamatan Gunungpuyuh. Tahun 2023 merupakan akhir dari masa kepemimpinan pasangan Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi dan Wakil Wali Kota Sukabumi H. Andri Setiawan Hamami.

banner 970x90

Musrenbang digelar di aula Kantor Kecamatan Gunungpuyuh, Rabu (19/1/2022). Wali kota yang membuka musrenbang tersebut mengatakan, seluruh pembangunan pada tahun 2023 baik tingkat kota, kecamatan, maupun kelurahan ditujukan bagi peningkatan kualitas di berbagai sektor. Tujuannya untuk mewujudkan masyarakat yang unggul sesuai bidang dan sejahtera dalam aspek kehidupan.

“Semua program dan kegiatan strategis akan dituntaskan penyelesaiannya tahun ini. Pada 2023 hanya berupa sentuhan akhir,” kata Fahmi. 

Harapannya di 2023, genap 5 tahun kepemimpinan Fahmi-Andri, semua program yang dimulai tahun 2019 sudah selesai. Wali kota mengharapkan pandemi segera tuntas sehingga program dan kegiatan tahun 2023 dapat dilaksanakan sesuai target.

“Semoga program priroritas Kota Sukabumi dapat dituntaskan pada 2023. Tahun depan ada 10 proyek strategis,” tuturnya.

Untuk tahun 2022, tema besar pembangunan yang diusung adalah pemantapan daya saing daerah menuju kualitas kehidupan masyarakat yang unggul. Sementara pada 2023 tema besarnya  mencapai kualitas kehidupan masyarakat yang unggul dan sejahtera.

Di tengah masyarakat, ujar dia, banyak keinginan dan harapan. Akan tetapi, keinginan dan harapan itu harus direalisasikan berdasarkan kemampuan anggaran dan skala prioritas.  Fahmi mengatakan, keinginan masyarakat di tingkat kelurahan dan kecamatan dibuatkan skala priorotasnya yang akan dibahas pada Musrenbang tingkat Kota Sukabumi pada bulan Maret atau April mendatang.

Pemkot Sukabumi juga menyerap keinginan masyarakat melalui Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW). Pada tahun ini, besaran anggaran untuk P2RW naik Rp5 juta menjadi Rp25 juta untuk tiap RW. Mungkin tahun 2023 akan naik lagi jika anggaran mencukupi.

“Mudah-mudahan dana dari P2RW ini dapat dimaksimalkan pemanfaatannnya. Dalam artian bisa mendorong naiknya partisipasi warga dalam pembangunan. Bentuk kegiatan pada P2RW harus berdasarkan hasil rembukan warga,” tutur wali kota. (*)

Print Friendly, PDF & Email