Pemilik Warung dan Kafe Pasirsalam Raup Untung di Awal Tahun

oleh -
Pemandangan di sekitar jalur alternatif Jalan Pasirsalam di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi menarik pengunjung berdatangan ke café dan warung di tempat tersebut.

Wartawan Suryana, S.E.

Berkah rezeki dirasakan para pemilik warung dan kafe yang berada di sepanjang Jalan Pasirsalam di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Jalan alternatif yang menghubungkan Sukabumi dengan Sagaranten itu menjadi ramai dilalui para pengendara. Jalan ini menjadi satu-satunya akses yang bisa dilewati setelah jalan utama terputus akibat longsor.

banner 970x90

Hari pertama dan kedua tahun 2022  menjadi hari yang menguntungkan bagi para pemilik warung dan kafe tersebut. Mereka mendapatkan berkah kebanjiran pengunjung. Para wisatawan lokal banyak yang meluangkan waktu untuk singgah di sejumlah warung dan kafe di Jalan Pasirsalam sambil menikmati keindahan alamnya.

Di salah satu kafe, sejumlah menu makanan dan minuman tampak sudah ludes terjual padahal waktu baru menunjukkan pukul 15.15 WIB. “Ini kafe langganan saya. Biasanya stok makanan masih ada jam segini. Tapi hari ini saya kehabisan stok makanan. Kata pelayannya stok yang ada tinggal sosis,” tutur salah seorang pengunjung bernama Oya, warga Baros, Desa/Kecamatan Sagaranten.  

Para pengunjung dimanjakan dengan suasana alami dan bangunan tempat bersantai yang unik dan selaras dengan lingkungan alam.

Menurut Oya, kafe yang biasa ia singgahi itu telah berdiri kurang lebih 5 bulan ini. Ia kerap berhenti di kafe tersebut karena pemandangan hamparan teh yang indah dapat ia lihat dari kafe. Usai menempuh perjalanan, kata dia, pikiran menjadi segar kembali usai menikmati hamparan teh ini.

Melewati jalan alternatif itu para pengendara akan disuguhi keindahan alam yang asri dengan suara burung dan tonggeret yang menjadi musiknya. Ada juga suara surili samar-samar dari kejauhan. Suasana itu akan membuat para pengendara menghentikan kendaraannya sekedar menikmati keindahan alam.

Mereka berhenti di warung dan kafe yang ada di jalan alternatif tersebut. Sambil melepas penat, para pengendara mencicipi makanan dan minuman sambil disuguhi suasana alam yang asri dipadu atraksi satawa alami. 

Jika dibandingkan suasana jalan alternatif tersebut nyaris mirip Jalan Puncak Ciloto yang menghubungkan Cianjur dengan Bogor. Di sisi kiri dan kanan jalan, hamparan teh terlihat sejauh mata memandang.

Pengelola perkebunan itu adalah PT Teh Nusamba. Perusahaan tersebut memproduksi teh hitam untuk diekspor ke negara-negara Timur Tengah. Pada jaman dulu perkebunan teh ini seringkali digunakan tempat latihan oleh para tentara nasional Indonesia melawan penjajah. (*)

Salah satu warung kopi bergaya modern di tengah hutan Jalan Pasirsalam.

Print Friendly, PDF & Email