Mengamuk, Angin Puting Beliung Hancurkan Puluhan Rumah di Sagaranten

oleh -
Rumah warga di Kampung Bojongsirna Desa Margaluyu yang rusak cukup parah setelah dilanda angin puting di tengah hujan deras dan sambaran petir.

Wartawan Suryana, S.E.

Angin puting beliung mengamuk di wilayah Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Akibat amukan angin kencang tersebut, puluhan rumah dan kebun milik warga hancur dan porak poranda. Kawasan yang dihantam angin puting beliung meliputi Desa Margaluyu dan Desa Sagaranten Kecamatan Sagaranten.

banner 970x90

Sampai sekarang, sebagian korban angin puting beliung masih memperbaiki dan merenovasi sekedarnya rumah milik mereka. Angin puting beliung mengamuk pada sore hari selepas Ashar sampai menjelang tibanya Maghrib, Selasa (21/12/2021).  

“Kami masih terus mendata kerusakan bangunan dan kebun yang hancur akibat angin puting beliung. Pendataan masih terus dilakukan,” kata Kades Margaluyu, Suherlan kepada wartawan, Rabu (22/12/2021).

Sejak angin puting beliung menimpa desanya, Suherlan sudah dua kali melakukan pengontrolan ke lokasi korban angin puting beliung yakni sore kemarin dan pagi tadi. Dia akan segera menyampaikan laporan ke Kantor Kecamatan Sagaranten untuk diteruskan ke Pemkab Sukabumi melalui BPBD.

Dua kampung yang hancur oleh angin puting beliung itu terdiri dari Kampung Bojongsirna di Desa Margaluyu dan Kampung Cibodas Hilir Desa Sagaranten. Angin bertiup bersamaan dengan hujan deras dan petir yang menyambar-nyambar. Listrik mati dan sinyal telepon seluler dalam kondisi lup lep atau timbul tenggelam.

Selain rumah, kebun milik warga terutama di Desa Margaluyu juga hancur lebur. Beberapa pohon besar tumbang sampai tercerabut bagian akarnya. Begitu juga puluhan rumpun bambu rungkad hingga terangkat akar serabutnya. Tidak ada cerita, kalau akar bambu tercabut, tenaga angin itu sangat besar atau seimbang dengan kekuatan tenaga truk Fuso.

Di Kampung Bojongsirna Desa Margaluyu sebanyak 32 rumah rusak sedang, sementara di Kampung Cibodas Hilir Desa Sagaranten sebanyak 15 rumah yang porak poranda. Sebagian besar rumah terangkat bagian genteng dan plafon luar.

Rincian rumah rusak di Margaluyu RT 07 sebanyak 2 unit, RT 08 sebanyak 1 unit, RT 10 sebanyak 11 unit,  RT 14 sebanyak 6 rumah, RT 15 sebanyak 2 rumah, dan RT 09 sebanyak 10 unit rumah.

Sementara di RT 15 RW 02 Kampung Cibodas Hilir Desa Sagaranten sebanyak 15 rumah mengalami kerusakan. Di wilayah Kampung Pasir RT 09 RW 03, satu pohon besar roboh dan sebagai penanda datangnya angin puting beliung.

“Sejauh ini kami belum mendapatkan laporan korban jiwa atau luka-luka dari pemilik rumah,” ujar Suherlan.

Kehadiran angin puting beliung itu awalnya dilihat oleh Khomsah (74) warga Kampung Pasiripis Desa Sagaranten. Khomsah melihat gumpalan awan yang bergerak cepat dengan ketinggian sekitar 20 meter. Di tengah hujan deras, awan itu bergegas menuju arah Kampung Cibodas Hilir.

Adapun Endin (71) warga Desa Margaluyu melihat gerakan angin liar dari arah Gunung Kamunding. Pergerakannya menuju Pasiripis, Cibodas Hilir, dan terakhir ke wilayah Desa Margaluyu. Endin melihat angin bergerak selepas Ashar dan menjelang senja. Dia juga menyaksikan adanya bentangan cahaya yang menyerupai pelangi di atas Desa Margaluyu. (*)

Print Friendly, PDF & Email