Kondisi Jalan yang Amburadul Jatuhkan Harga Komoditas Pertanian di Cidolog

oleh -
Jembatan penghubung Desa Ckarang dan Desa Cipamingkis di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi benar-benar tidak layak dilalui kendaraan bermotor.
Hasil pertanian dari Desa Cipamingkis dan Desa Cikarang ditawar dengan harga rendah karena tengkulak kesulitan akses transportasi untuk mengangkutnya ke pasar.

Wartawan Ari Dadan Ajo (Kang ADA)

Gara-gara kondisi jalan jelek dan amburadul, para petani di Desa Cipamingkis dan Desa Cikarang Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi tidak dapat menikmati hasil panen di kebun atau ladangnya. Karena kesulitan akses transportasi, harga komoditas pertanian di dua desa itu anjlok, jatuh dan terpuruk.

banner 970x90

“Kami baru saja panen pisang. Dari kebun diangkut ke pinggir jalan pakai biaya. Setelah tiba di jalan tidak ada yang mau beli karena kesulitan pengangkutan ke luar desa,” kata seorang petani asal Desa Cipamingkis kepada wartawan, Kamis (22/12/2021).

Kalaupun ada yang mau beli, ujar dia, harganya sangat rendah. Di tingkat pengecer di pasar, harga pisang ambon bisa mencapai Rp8 ribu per kilogram. Di Desa Cipamingkis, para tengkulak menawar pisang dengan harga di bawah Rp2 ribu, bahkan di bawah Rp1 ribu per kilogram.

“Kalau dijual sesuai permintaan tengkulak, kami rugi besar. Mungkin ongkos tebang dan angkut juga tidak tertutupi,” kata dia.

Begitu juga untuk harga komoditas pertanian yang lainnya, penawaran dari tengkulak tidak kira-kira, sangat rendah. Harga cabai juga ditawar dengan nominal jauh di bawah pasaran.

“Kami paham dengan permintaan para tengkulak itu karena biaya angkut terlalu tinggi. Penyebab jalan dalam keadaan jelek dan rusak sehingga sulit dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat,” tuturnya.

Bagian ruas jalan yang paling parah tingkat kerusakannya adalah di Kampung Ciawitali dan Kampung Cimapag yang merupakan perbatasan antara Desa Cipamingkis dan Desa Cikarang.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi jalan di kedua kampung itu dalam keadaan rusak parah dan hancur lebur dan nyaris tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Begitu juga jembatan penghubung, kondisinya rusak berat dan banyak bagian yang longsor. Para sopir dan pengendara sepeda motor harus berjuang dengan sekuat tenaga untuk dapat melewati bagian jalan yang rusak.

“Warga mengharapkan pemerintah secepatnya memperbaiki jalan tersebut. Ini jalur hidup dan merupakan urat nadi transportasi bagi perekonomian masyarakat,” kata petani tersebut. (*) 

Print Friendly, PDF & Email