Anak Buah Ki Kumpay PPM Bicara Keutamaan Hari Ibu

oleh -
Pengurus PPM Kabupaten Sukabumi Awang Ruswandi atau Ki Awing dengan inzet ayah dan ibunya.

Wartawan Herman Suherman

Peringatan Hari Ibu yang dilaksanakan setiap tanggal 22 Desember memiliki makna penting sebagai cara untuk mengingat jasa dan kebaikan ibu kepada anak-anak dan keluarganya. Setiap tahun bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beradab dan lekat dengan nilai-nilai religi selalu memperingati Hari Ibu dengan penuh kesadaran dan kihdmat.

banner 970x90

Hal itu dikatakan Awang Ruswandi atau Ki Awing, salah seorang pengurus PPM (Pemuda Panca Marga) Kabupaten Sukabumi yang juga merupakan anak buah tokoh budaya Ki Kumpay. Ki Kumpay adalah Ketua DPC PPM Kabupaten Sukabumi.

Awang mengatakan, ibu sangat besar jasanya bagi anak dan keluarga karena perjuangannya sejak melahirkan sampai membesarakan anak-anaknya.

“Ada hadits Nabi yang menyatakan surga di telapak kaki ibu, al-jannatu tahta aqdam al-ummahat. Hadits ini menunjukkan betapa tingginya derajat dan martabat ibu dalam agama Islam,” kata Awang ketika dihubungi lewat telepon seluler, Rabu (22/12/2021).

Mengapa Allah SWT meletakkan surga di telapak kaki ibu? Karena sepanjang hidupnya kehadiran ibu itu identik dengan perjuangan, perjuangan, perjuangan, dan pengorbanan, kata dia. Sepanjang hayatnya, lanjut Awang, ibu telah memberikan air kehidupan bagi anak-anaknya yang tidak mungkin tergantikan.  

“Ada 5 air dari ibu yang sampai kapan pun tak bisa digantikan oleh anaknya. Kelima air itu terdiri dari air ketuban saat ibu mengandung, air darah saat ibu  melahirkan, air susu ibu saat ibu menyusui, air keringat saat ibu mengurusi anak, dan air mata saat ibu mendoakan anaknya,” tutur Awang.

Karena itu, kata dia, benar sekali apa yang dikatakan Rhoma Irama pada lagu Keramat, “Dialah manusia satu-satunya yang menyayangimu tanpa ada batasnya”.  Bukannya gunung tempat kau meminta, bukan lautan tempat kau memuja, bukan pula dukun tempat kau menghiba, bukan kuburan tempat memohon doa.  Tiada keramat yang ampuh di dunia selain dari doa ibu. 

Hari Ibu merupakan tonggak sejarah perjuangan kaum perempuan untuk memperingati Kongres Perempuan I pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta. (*)

Print Friendly, PDF & Email