SDN Pasirkaliki Harus Dirubuhkan, Ganti Semua dengan RKB

oleh -
Bagian dalam ruang kelas SDN Pasirkaliki di Desa Tanjungsari, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi dalam keadaan hancur lebur hingga tidak layak sebagai tempat kegiatan belajar mengajar.
Penampakan bagian luar belakang SDN Pasirkaliki seperti bangunan sisa perang yang tidak pernah disentuh proyek renovasi.  

Wartawan M. Hamjah

Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pasirkaliki di Desa Tanjungsari, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi benar-benar mengerikan. Kondisinya sudah tidak layak pakai karena mengalami kelapukan, keropos, dan retak-retak akibat dimakan cuaca dan umur.

banner 970x90

Di bagian dalam bangunan, ruangan kelas benar-benar tidak layak sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Plafonnya hancur hingga dari dalam ruangan pandangan bisa tembus ke genteng. Dinding kelas juga keropos dan retak-retak. Lantainya  hancur lebur. Setiap kali hujan, air dari langit dengan leluasa masuk ke dalam ruangan kelas dari berbagai titik.  

“Kalau melihat kondisi bangunan, sekolah kami harus direhab total. Lebih baik lagi dirubuhkan dan diganti semuanya dengan ruangan kelas baru,” kata Dede, salah seorang guru di SDN Pasirkaliki kepada wartawan, Rabu (15/12/2021). 

Secara keseluruhan, ruangan kelas di SDN Pasirkaliki tidak pantas disebut ruangan kelas. Lazimnya para siswa dan guru membutuhkan kenyamanan, keamanan, dan ketenangan ketika menjalani kegiatan belajar mengajar. Di tengah ruangan kelas yang rusak, mereka tidak akan mendapatkan faktor-faktor pendukung tersebut.

Ketika berada di dalam kelas, mereka selalu khawatir ada bagian bangunan yang jatuh dari atas.

“Beberapa waktu yang lalu sekolah kami diterjang hujan angin dengan daya rusak tinggi. Makin parahlah kerusakannya. SDN Pasirkaliki terakhir menerima bantuan untuk rehab dan pembangunan ruangan kelas baru pada tahun 2008. Sudah 13 tahun belum pernah menerima bantuan lagi,” tutur Dede.

Hal lain yang membuat SDN Pasirkaliki makin terpuruk adalah kekurangan sarana pendidikan. Guru dan para siswa kekurangan meja, kursi, lemari, dan buku pelajaran maupun bacaan. Para siswa yang berjumlahnya 121 orang harus berbagi sarana dan prasarana dengan empat ruangan kelas yang semuanya tidak layak pakai. (*)

Print Friendly, PDF & Email