Sagaranten Berjuang Keras Keluar dari Peringkat 43 Pencapaian Vaksinasi

oleh -
Siti Aisyah Nuraeni, STr.Keb. dari Puskesmas Sagaranten berbincang dengan staf Desa Sagaranten tentang strategi meningkatkan pencapaian vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Sagaranten.

Wartawan Suryana, S.E.

Unsur pemerintahan di Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat terus berjuang keras untuk mencapai target vaksinasi Covid-19 sebesar 70 persen dari sasaran warga yang akan divaksin. Kantor Kecamatan Sagaranten bersama instansi pemerintah tidak mengenal lelah mengeliminasi faktor-faktor yang menghambat peningkatkan pencapaian vaksinasi di kecamatan tersebut.

“Di lapangan kami menemukan berbagai hambatan dan halangan yang menghalangi langkah kami dalam meningkatkan pencapaian vaksinasi. Kami terus berupaya untuk mencari cara dalam menghadapi kendala-kendala tersebut,” kata Siti Aisyah Nuraeni, STr.Keb. dari Puskesmas Sagaranten kepada wartawan, Jumat (3/12/2021).

Tugas Siti yang sehari-hari menjabat bidan koordinator dan penanggung jawab mutu pelayanan kesehatan Puskesmas Sagaranten berkaitan erat dengan upaya pencapaian vaksinasi Covid-19 agar mencapai target. Pemkab Sukabumi telah menetapkan target vaksinasi sampai akhir tahun 2021 harus mencapai 70 persen guna mendukung pembentukan herd immunity atau kekebalan komunal.

Para petugas di Kecamatan Sagaranten juga berupaya dengan sekuat tenaga untuk mencapai target tersebut. Tim gabungan berasal dari kantor kecamatan, Polsek, Koramil, puskesmas, kepala desa, kepala dusun, ketua RW, hingga ketua RT. Ke dalamnya juga ikut bergabung TP PKK kecamatan dan desa, kader posyandu, dan Karang Taruna.

Mereka harus menghadapi dan menalukkan segala jenis hambatan yang menghadang seperti kurang pemahaman, hoaks, faktor geografis, dan akses jalan. Sebagian wilayah di wilayah Kecamatan Sagaranten berupa perbukitan dengan medan bertebing-tebing dan jalan yang curam.

“Awalnya banyak masyarakat yang kurang memahami manfaat vaksinasi. Sebagian dari mereka bahkan menyangka vaksinasi itu mematikan. Karenanya pada awal-awal program, banyak warga yang tidak mau ikut vaksinasi. Persepsi masyarakat yang keliru itu merupakan buah dari pekerjaan penyebar hoaks yang terus-menerus membagikan berita bohong ke tengah masyarakat,” kata Siti.

Dengan kondisi tersebut, tim menghadapi dua tantangan besar yaitu pengetahuan masyarakat yang terbatas dan gencarnya aksi hoaks lewat media sosial. Menurut Siti, dua hambatan ini dapat diselesaikan dengan kerja keras dan koordinasi yang melibatkan seluruh jajaran di kecamatan mulai Muspika Sagaranten, para kepala desa dan perangkatanya, kepala dusun, kepala RW, dan para kepala RT. Tim juga melibatkan tokoh masyarakat, para pemuda, dan tokoh agama dalam sosialisasi vaksinasi Covid-19.

“Setelah melewati perjalanan panjang yang cukup melelahkan, kami berhasil meyakinkan masyarakat terkait vaksinasi. Perlahan-lahan peserta vaksinasi pun bertambah,” tuturnya. 

Pada pertemuan triwulan III 2021, pencapaian vaksinasi Kecamatan Sagaranten baru mencapai sekitar 32 persen atau berada di peringkat ke-43 di Kabupaten Sukabumi. Perkembangan terbaru, dari sasaran vaksin di Kecamatan Sagaranten sebanyak 43.133 jiwa, sudah tervaksin sebanyak 18.476 orang atau naik menjadi sekitar 42,83 persen.

Dari 12 desa yang ada di wilayah Kecamatan Sagaranten, Desa Pasanggrahan dan Desa Hegarmanah mencapai persentase tertinggi yakni 60 persen. Desa yang lainnya mencapai sekitar 45 persen seperti Desa Sagaranten. Adapun desa-desa selebihnya, pencapaian vaksinasinya masih di bawah 40 persen.

“Hambatan pertama dapat diatasi. Kami masih menghadapi tantangan yang cukup berat yakni medan yang kurang bersahabat, terlebih di musim hujan,” tutur Siti.

Dengan medan yang berat dan lokasi yang jauh dari puskesmas, masyarakat berkeberatan ikut vaksinasi. Karena itu tim pun mengubah strategi pelayanan dengan pelayanan secara door to door atau jemput bola yakni mendekatkan lokasi vaksinasi ke permukiman masyarakat. Sekarang timlah yang harus menempuh perjalanan melalui medan yang curam dan berkelok-kelok untuk mendatangi masyarakat.

“Adapun sasaran target sementara tingkat kecamatan sampai akhir tahun ini telah ditetapkan sebesar 70 persen. Kami terus memfasilitasi desa atau posyandu untuk melakukan vaksinasi,” ungkapnya.

Dari perjalanan keliling desa dalam melaksanakan vaksinasi, Siti dan rekan-rekannya menemukan sesuatu yang membahagiakan di tengah masyarakat yaitu penduduk desa semakin akrab dengan protokol kesehatan (prokes). Masyarakat terbiasa memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Jadi dalam pelaksanaan vaksinasi, otomatis masyarakat melaksanakan aturan prokes. Dalam antrean, mereka selalu mengatur jarak agar tidak membentuk kerumunan,” jelasnya.

Usman Suryana, warga Pasiripis Desa Sagaranten menyambut positif sistem pelayanan vaksinasi Covid-19 secara door to door. Sistem seperti ini dapat mempermudah warga mengakses pelayanan vaksinasi Covid-19. Dia sendiri mengikuti vaksinasi di posyandu yang dekat dengan rumahnya.

“Asalnya saya kasihan melihat para lansia harus pergi jauh-jauh ke puskesmas. Sekarang mereka cukup pergi ke halaman rumah, nanti dijemput oleh petugas Polri dan TNI untuk diantarkan ke tempat vaksinasi,” ujar Usman.

Sebagai warga negara yang ingin segera terbebas dari wabah Covid-19, Usman mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan capaian vaksinasi. (*)

Print Friendly, PDF & Email