UPT Dalduk dan KB Sagaranten Gelar Bimtek Stunting

oleh -
Kegiatan orientasi bagi kader tim pendamping keluarga dengan percepatan penurunan stunting tahun 2021 di Balai Desa Sagaranten.

Wartawan Suryana, S.E.

Sebanyak 62 warga Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi terlibat dalam bimbingan teknis (bimtek) terkait upaya penurunan pertumbuhan stunting. Stunting adalah gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan oleh gizi buruk, infeksi yang berulang, dan simulasi psikososial yang tidak memadai.

Mereka yang ikut bimtek ini nantinya akan bertugas sebagai tim pendamping keluarga (TPK) di desanya. Tugas utama mereka nantinya memberikan pendampingan kepada keluarga yang memiliki ibu hamil, pasca persalinan, anak di bawah 5 tahun dan calon pengantin untuk deteksi dini faktor stunting. Mereka menjadi bagian dari upaya pencegahan pengaruh faktor risiko stunting.

Para peserta yang mengikuti bimtek kali ini berasal dari empat desa yaitu Sinar Bentang, Cibitung, Margaluyu, dan Sagaranten. Bimtek sendiri dilaksanakan pada Rabu, 1 Desember 2021 mulai pukul 08.00 sampai 12.00 WIB di Balai Desa Sagaranten. Penyelenggaranya UPTD Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk dan KB) Wilayah Sagaranten.

Kepala UPTD Dalduk Wilayah Sagaranten  Ida Widiawati saat membuka bimtek tersebut menjelaskan pembentukan tim pendamping keluarga dimaksudkan sebagai upaya percepatan penurunan stunting di tingkat desa demi menjalankan arahan dan mandat Presiden RI untuk menurunkan angka pertumbuhan stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024. 

Ia juga menambahkan sesuai Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, BKKBN ditunjuk sebagai koordinator guna mensosialisasikan konsep keluarga berencana menuju keluarga berkualitas dengan berorientasi pada penurunan angka stunting.

“Tapi BKKBN tidak bisa bekerja sendirian. Kami butuh kerja sama dengan berbagai pihak seperti Dinas Kesehatan dan Kantor Urusan Agama karena erat hubungannya dengan  persoalan nikah dan cerai,” tutur dia.

Sementara itu salah seorang narasumber Siti Aisyah Nuraeni dari Puskesmas Sagaranten menjelaskan, satu tim pendamping keluarga itu akan terdiri dari unsur bidan, PKK dan kader posyandu. Tim yang telah terbentuk ini mempunyai tugas masing-masing yang harus dijalankan.

Bidan akan bertugas memberikan edukasi dari sisi gizi ibu anak, kesehatan dan juga kebersihan. Sementara dari unsur PKK dan kader posyandu berperan dalam pendataan.

Dia mengharapkan melalui tim pendamping keluarga ini masyarakat mendapatkan edukasi tentang peran yang harus dilakukan ayah dan ibu serta bagaimana cara mengasuh anak dengan baik dan benar. Persoalan itu, kata dia, menjadi kunci utama pada mencegah terjadinya stunting. (*)

Print Friendly, PDF & Email