Perjuangan Berat Kelurahan Cicurug Mencapai 80 Persen Vaksinasi

oleh -
Dari kantor inilah, jajaran Kantor Kelurahan Cicurug, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi melancarkan gerakan vaksinasi Covid-19 untuk mewujudkan target yang ditetapkan pemerintah.

Wartawan Suryana, S.E.

Perjuangan aparat pemerintah dan jajaran Kantor Kelurahan Cicurug, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat dalam meluncurkan vaksinasi Covid-19 mulai membuahkan hasil. Kelurahan ini sukses mencapai persentase vaksinasi 80 persen dari sasaran warga yang ditetapkan setelah berjuang dengan sekuat tenaga dan bekerja sama dengan berbagai kalangan.

banner 970x90

Tantangan yang dihadapi oleh aparat Kantor Kelurahan Cicurug untuk menyelenggarakan vaksinasi sangatlah berat pada mulanya. Berat sekali, petugas di lapangan harus berhadapan dengan penolakan dari warga yang mencurigai dan meragukan manfaat Vaksin Covid-19. Untunglah petugas tidak putus harapan, mereka terus berjuang untuk meyakinkan masyarakat dengan berbagai pendekatan agar mau mengikuti program vaksinasi Covid-19.

“Kendala awal terjadi pada saat sosialisasi vaksinisasi. Sebagian masyarakat merasa  waswas dan ketakutan mendapatkan suntikan Vaksin Covid-19. Tapi sekarang banyak warga yang datang sendiri ke posyandu untuk mengikuti vaksinasi,” kata Lurah Cicurug Ade Firman, S.IP. ketika dihubungi lewat telepon seluler, Sabtu (20/11/2021).

Dari kantornya di Jalan Siliwangi Nomor 313 Cicurug Kabupaten Sukabumi, Lurah Ade dan jajaran terus menggencarkan sosialisasi vaksinasi. Dalam kegiatan ini Kantor Kelurahan Cicurug bekerja sama dengan Kantor Kecamatan Cicurug serta bhabinkamtibmas dan babinsa setempat. Dilibatkan pula Puskesmas dan posyandu di semua RW yang ada di Kelurahan Cicurug.

“Sampai akhirnya masyarakat dapat memahami dan mengerti manfaat vaksinasi. Awalnya memang berat, tapi hasilnya cukup melegakan. Kelurahan kami dapat mencapai target yang cukup menggembirakan,” ujar Ade.

Banyak hambatan dan halangan yang dihadapi para petugas di lapangan. Masyarakat diterpa berbagai hoaks terkait Vaksin Covid-19. Sebagian warga termakan isu yang disampaikan lewat hoaks. Ada hoaks yang menyatakan, Vaksin Covid-19 dapat menyebabkan kematian, vaksin bisa membuat lumpuh, atau vaksin mengandung babi. Semula masyarakat menelan mentah-mentah hoaks tersebut sebagai kebenaran sehingga mereka tidak bersedia untuk disuntik vaksin.

Namun untunglah pemerintah dan masyarakat sudah sepakat untuk mensukseskan vaksinasi. Para pemimpin bangsa mulai Presiden, Gubernur, Bupati/Wali Kota, hingga kepala desa/lurah tampil paling depan untuk menjadi orang pertama yang menerima suntikan Vaksin Covid-19. Mereka sehat-sehat saja dan terbebas dari Covid-19.

Kemudian disusul dengan sosialisasi yang gencar bahwa Vaksin Covid-19 telah lulus uji medis dan mendapatkan sertifikat dari MUI. Masyarakat pun semakin yakin, Vaksin Covid-19 itu aman dan halal. Perjuangan untuk mensosialisasikan dilaksanakan secara serempak mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa dan kelurahan. Tidak terkecuali Kantor Kelurahan Cicurug pun harus mengerahkan segala sumber daya untuk mensosialisasikan Covid-19 dan meyakinkan masyarakat.

Setelah masyarakat bisa menerima vaksinasi, Kantor Kelurahan Program vaksinasi pun langsung diturunkan ke wilayah-wilayah RW dengan fokus di posyandu. Lurah Ade pun dapat bernapas lega karena sambutan masyarakat terhadap program vaksinasi sangat antusias. Warga berbondong-bondong ke posyandu untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

Kantor Kelurahan Cicurug pun  menerjunkan hampir semua pegawainya untuk melaksanakan tugas monitoring vaksinasi Covid-19. Salah seorang staf yang rutin terjun ke lapangan mendampingi bidan di posyandu adalah Bambang. Sebagai tim monitoring Bambang pernah mendatangi semua posyandu yang menyelenggarakan vaksinasi.

Salah seorang warga Kelurahan Cicurug, Nani menyatakan sangat antusias mengikuti penyuntikan Vaksin Covid-19 yang berguna untuk menghentikan dan mencegah penyebaran Virus Corona. Dia mengakui awalnya ragu untuk disuntik vaksin karena mendengar informasi-informasi yang kurang baik terkait  Vaksin Covid-19.

“Setelah mendengar sosialisasi dari para bidan dan petugas kesehatan, saya menjadi yakin bahwa vaksinasi dapat menghentikan wabah Covid-19,” tutur dia.

Selain sadar vaksin, Nani juga konsisten menerapkan protokol kesehatan 5M dalam kehidupan sehari-hari. Dia selalu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas ke luar rumah sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Virus Corona.

Setelah warga menyadari pentingnya vaksinasi, Kantor Kelurahan Cicurug pun menetapkan sasaran vaksinasi Covid-19 sebanyak 5.000 orang dari sekitar 12.000 penduduk kelurahan tersebut.

“Dari target 100 persen, kami telah mencapai 80 persen. Insya Allah, pada akhir tahun 2021, target 100 persen dapat tercapai,” kata dia.

Pencapaian tersebut termasuk tinggi jika dibandingkan pencapaian di desa-desa yang sebagian besar baru mencapai sekitar 50 persen. Ade dan jajarannya benar-benar membedayakan 16 posyandu yang ada di wilayah Kelurahan Cicurug. Para petugas juga terus menggencarkan sosialisasi protokol kesehatan walaupun sudah ada vaksinasi. Vaksinasi dan protokol kesehatan dijalankan beriringan. 

Staf Kantor Kelurahan Cicurug, Bambang menambahkan, saat ini vaksinasi Covid-19 sudah masuk dosis kedua. Dosis pertama pun tetap digencarkan. Bambang yakin pada akhir bulan Desember semua sasaran sudah menyelesaikan vaksinasi Covid-19 dosis kedua. (*)

Print Friendly, PDF & Email