Cerita Ruang Kelas yang Hancur di SMPN 3 Masih Berlanjut

oleh -
Bagian dalam ruang kelas yang rusak dan tidak layak sebagai tempat kegiatan belajar mengajar di SMPN 3 Cicurug.

Wartawan Suryana, S.E.

Cerita tentang kondisi empat ruang kelas di SMPN 3 Cicurug, Kabupaten Sukabumi yang memprihatinkan dan tidak layak pakai belum berakhir. Sampai sekarang pemerintah belum memperbaiki empat ruang kelas yang rusak parah tersebut sehingga tetap tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

banner 970x90

Diperoleh informasi dari 14 ruang kelas di sekolah tersebut hanya 10 ruang yang dapat digunakan untuk menampung kegiatan belajar mengajar 15 rombongan belajar. Para siswa pun harus mengikuti pelajaran di sekolah secara bergiliran.

Berdasarkan pantauan ke lokasi SMPN 3 Cicurug di Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi pada Ahad (14/11/2021), empat ruang yang tidak digunakan memang kondisinya sudah hancur lebur baik bagian luar maupun di bagian dalam.

Di bagian luar, tembok-temboknya tampak kusam dan penuh coretan. Atapnya juga sudah lapuk dan bolong-bolong. Pada bagian lantai tampak rumput liar tumbuh tidak teratur. Tapi tidak ada sampah. Keselurahannya menggambarkan kondisi lingkungan kotor dan kumuh. 

Sementara di bagian dalam, empat ruangan kelas itu memiliki kondisi yang sama. Plafonnya hancur, lantainya dipenuhi rumput liar, pecahan genteng, dan limbah kayu yang berserakan. Pandangan ke atas bisa tembus ke langit sebab sebagian gentengnya sudah hilang dan hancur.

“Sudah beberapa orang wartawan dan pejabat datang ke sekolah kami. Mereka memoto dan mencatat kondisi ruang kelas. Tapi sayang belum ada realisasi perbaikan ruang kelas yang rusak,” ujar salah seorang penjaga yang bertugas di sekolah tersebut.

Empat ruang kelas itu sudah hancur dan tidak bisa digunakan sebelum ada wabah Covid-19. (*)

Print Friendly, PDF & Email