BNNK-Pemkab Sukabumi Membahas Rencana Aksi Berantas Narkoba

oleh -
Para peserta rapat kerja tim terpadu dalam pembahasan RAD P4GN tahun 2020-2024 Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Joko Samudro

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi terus mendorong pemerintah daerah untuk melaksanakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) secara maksimal. Salah satu bentuknya melalui rencana aksi daerah (RAD) P4GN tahun 2020-2024 oleh BNNK Sukabumi dan Pemkab Sukabumi.

banner 970x90

Terkait hal itu, BNNK Sukabumi dan Pemkab Sukabumi menggelar rapat kerja tim terpadu dalam rangka pembahasan untuk pelaksanaan rencana aksi daerah P4GN bertempat di Pendopo Sukabumi, Kamis (11/11/2021). Pada kegiatan itu tampak hadir unsur pimpinan dari BNNK Sukabumi dan Sekda Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman bersama jajaran.

Dalam sambutannya, Kepala BNNK Sukabumi Dr (Cand) M. Retno Daru Dewi, AMK., S.Psi., M.Si. mengatakan, RAD P4GN akan dilakukan dalam rangka mewujudkan Kabupaten Sukabumi Bersinar (Bersih Narkoba).

Nantinya RAD P4GN dijadikan sandaran dan pedoman bagi seluruh stakeholder dalam melaksanakan aksi P4GN. Rencana aksi daerah ini merupakan bagian dari program kota/kabupaten tanggap ancaman narkoba.

“Melalui program tersebut dapat terlihat bagaimana ketanggapan suatu daerah dalam upayanya mengurangi angka pravalensi atau kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” kata Retno.  

Setidaknya, ujar dia, terdapat 5 variabel utama yang menjadi pedoman untuk mengetahui perkembangan dan hambatan dalam pelaksanaan program tersebut di suatu daerah. Variabel-variabel dimaksud terdiri dari ketahanan keluarga, ketahanan masyarakat, kewilayahan, kelembagaan, dan variabel hukum.

“Tujuan program adalah memberikan rasa aman masyarakat terhadap ancaman bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” tambahnya.

Sementara itu Sekda Ade menyebutkan bahwa  pernasalahan besar yang dihadapi oleh setiap negara saat ini adalah proxy war atau perang modern dengan tujuan melemahkan SDM suatu bangsa. Menurutnya, salah satu senjata dalam proxy war yang menjadi ancaman sangat serius adalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Saat ini berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah dalam upaya menekan angka penyalahgunaan narkoba melalui pembuatan kebijakan dan aksi nyata,” ujar Ade.

Pemda mempunyai acauan hukum dalam melancarkan P4GN berupa Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional  P4GN 2020-2025 yang berlaku secara nasional dan Peraturan Bupati Nomor 4/2020 tentang P4GN dan Prekursor Narkotika.

Ikhtiar lainnya, lanjur sekda, dengan melancarkan kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat seperti Desa Bersih dari Narkoba (Bersinar),  Sekolah Bersinar, Kampus Bersinar, Lingkungan Kerja Bersinar,  dan Kota/Kabupaten Tanggap Ancaman  Narkoba. (*)

Print Friendly, PDF & Email