Polisi Cibeureum Sukses Membekuk Penjambret HP Milik Anak Kecil

oleh -
Terduga pelaku penjambretan Hpdengan korban anak kelas 5 SD diamankan polisi beserta sejumlah barang bukti.

Wartawan Joko Samudro

Jajaran Unit Reskrim Polsek Cibeureum, Polres Sukabumi Kota berhasil membekuk S (25) terduga pelaku pencurian dengan kekerasan dan atau perampasan HP milik anak kecil kelas 5 SD bernama A. Penangkapan dilakukan hanya berselang 13 jam setelah maling tersebut melakukan aksi kejahatannya. Kini S berstatus tersangka dan ditahan di kantor polisi beserta sejumlah barang bukti. 

banner 970x90

“Selama sekitar 13 jam setelah terjadi aksi kejahatan, Unit Reskrim Polsek Cibeureum melakukan penangkapan terhadap diduga tersangka kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan atau perampasan,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY. Zainal Abidin, S.I.K. kepada awak media, Senin (8/11/2021)

Kejahatan dilakukan S terhadap A di Kampung Baru Kavling RT 003 RW 013 Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Sabtu (6/11/2021) kira-kira pukul 09.00 WIB.  

Saat itu A sedang berjalan sambil memegang HP. Tiba-tiba dia dijambret oleh pelaku yang menggunakan atribut salah ojek online. A sempat melawan dengan menarik jaket S, namun usahanya gagal karena menggunakan sepeda motor.

Setelah mendapat laporan, tim pemburu yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Cibeureum Aiptu Nasib Rajagukguk langsung bergerak. Pada malam harinya sebelum pukul 22.00 WIB di hari yang sama, Aiptu Nasib dan anak buahnya menangkap S di Jalan Pembangunan Selakaso RT 001 RW 001 Kelurahan Babakan Kecamatan Cibeureum. 

“Pengungkapan kasus pencurian dengan kekerasan dan atau perampasan ini dalam waktu kurang dari 13 jam berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari sepeda motor berikut kunci kontak yang digunakan oleh pelaku, surat kendaraan, helm, pakaian dan jaket, dan uang tunai yang diduga merupakan hasil penjualan telepon genggam,” jelas Kapolres. 

Tersangka diancam dengan Pasal 76C Jo 80 ayat 1 UU RI Nomomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 365 KUHPidana dan atau  Pasal 368 KUHPidana tentang Pencurian dengan Kekerasan dan atau Perampasan. Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama 9 tahun. 

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada dalam kondisi apapun, tidak memberikan kesempatan kejahatan terjadi. Jangan mengoperasikan telepon genggam saat berjalan kaki karena dapat dengan mudah menjadi incaran pelaku kejehatan,” ujar AKBP Zainal. (*)

Print Friendly, PDF & Email