Bosan Hadapi Banjir, Warga Usulkan Penyodetan Kali Cidolog

oleh -
Jalan utama di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi kerap terendam banjir sepanjang musim hujan, terutama pada akhir sampai awal tahun.

Wartawan M. Hamjah

Warga di tiga desa di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi setiap tahun rutin menjadi langganan banjir. Pada musim hujan, terutama sepanjang akhir dan awal tahun, beberapa kampung selalu terendam banjir oleh luapan air dari Kali Cidolog yang melintasi tiga desa tersebut.

banner 970x90

Ketiga desa itu terdiri dari Desa Tegalega, Desa Cipamingkis, dan Desa Mekarjaya. Semuanya terletak di dataran rendah wilayah Kecamatan Cidolog. Warga selalu dalam kondisi tersiksa dan direpotkan ketika musim banjir melanda permukiman mereka. Sebab dampaknya halaman rumah dan jalan-jalan tergenang air. Lalu lintas menjadi terhambat dan lingkungan permukiman menjadi becek dan kotor oleh lumpur.

Ketua KNPI Cidolog Fikri  mengatakan, dirinya sering mendengar keluhan dari warga di tiga desa yang menjadi langganan banjir. Mereka sudah bosan dengan keadaan banjir yang terjadi hampir sepanjang musim hujan. Warga pun sudah bosan berkeluh kesah atas luapan air yang menggenangi permukiman mereka.

“Saya sering berdialog dengan warga yang kampungnya menjadi langganan banjir. Mereka sudah bosan mengeluh dan menyampaikan usul penanganan Kali Cidolog agar tidak meluapkan air banjir,” kata Fikri ketika memantau banjir di sekitar aliran Kali Cidolog di tiga desa itu, Selasa (2/11/2021) sore.

Menurut dia, salah satu cara yang paling efektif  untuk menghentikan luapan air setiap tahun adalah penyodetan Kali Cidolog. Langkah ini dapat mengurangi debit air Kali Cidolog pada musim hujan sehingga mencegah banjir.

“Kami yakin, penyodetan sungai dapat mengurangi kerentanan terjadinya banjir di wilayah Kecamatan Cidolog. Kami harapakna Pemkab Sukabumi segera melaksanakan program penyodetan sungai tersebut. Supaya warga di tiga desa  di kecamatan Cidolog tidak lagi menjadi langganan banjir setiap tahunnya,” ujar dia.

Sementara itu P2BK (Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan) Cidolog, Emat Muslihat mengatakan, dirinya secara rutin memantau kondisi Kali Cidolog di sepanjang wilayah tiga desa, khususnya ketika turun hujan. Emat memusatkan perhatiannya ke Desa Mekarjaya dan Desa Cipamingkis yang biasanya paling parah terdampak banjir dengan luapan air paling tinggi. 

Pada Selasa hujan turun dari pukul 16.30 WIB. Tidak terlalu besar sehingga luapan airnya tidak terlalu  dalam. Emat mengkhawatirkan jika hujan tidak reda sampai malam, luapan air banjir akan menggenangi permukiman di sepanjang sungai. (*)

Print Friendly, PDF & Email