Realisasi Luasan Lahan Kacang Tanah Hampir 2.500 Hektare

oleh -
Peluncuran gerakan tanam kacang tanah di Desa Bantarsari, Kecamatan Pabuaran merupakan upaya untuk mendukung ketersediaan pangan di Kabupaten Sukabumi.

Wartawan M. Hamjah

Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menggencarkan penanaman kacang tanah dengan mendorong peningkatan luas lahan yang ditanami tanaman tersebut. Sampai sekarang luas lahan yang ditanami kacang tanah di wilayah Kabupaten Sukabumi mencapai hampir 2.500 hektare atau tepatnya 2.492 hektare.

banner 970x90

Dalam menggelorakan penanaman kacang tanah itu, Pemkab Sukabumi bekerja sama dengan Kementerian Pertanian RI  dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Jawa Barat. Terkait dengan target tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi ambil bagian dalam gerakan tanam kacang tanah.

Demikianlah dikatakan Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska pada peluncuran gerakan tanam kacang tanah di Desa Bantarsari, Kecamatan Pabuaran, Kamis (28/10/2021). Dalam gerakan itu, Dinas Pertanian bekerja sama dengan Kelompok tani Harapan Bangsa Desa Bantarsari.

“Sampai dengan saat ini realisasi penanaman kacang tanah di Kabupaten Sukabumi sudah mencapai luasan 2.492 hektare. Kecamatan dengan penanaman kacang tanah terluas adalah Jampangtengah dengan luas lahan 803 hektare,” kata Denis.

Luasan lahan kacang tanah tersebut, ujar dia, dapat terus ditingkatkan melalui kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kerja sama yang dijalin meliputi ketersediaan bibit unggul dan adanya off taker yang bisa menjamin nilai jual produksi petani untuk meningkatkan kesejahteraan petani. 

Luas lahan yang digunakan untuk mendukung gerakan tanam kacang tanah di Desa Bantarsari mencapai 40 hektare. Gerakan di Bantarsari diarahkan untuk mendukung percepatan pencapaian produksi pangan di Kabupaten Sukabumi. 

“Di masa pandemi saat ini terbukti pertanian merupakan sektor yang bisa bertahan. Kita harus terus berupaya untuk mendorong produktivitas pertanian,” kata dia.

Upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian, lanjutnya, harus ditunjang dengan berbagai instrumen antara lain ketersedian bibit unggul dan jaring pemasaran yang berpihak pada petani. Kegiatan pertanian harus bisa menjamin keberlangsungan usaha tani dan mendongkrak kesejahteraan insan pertanian. 

Pada kegiatan itu  tampak hadir Koordinator Pengawasan Mutu Hasil Pertanian (PMHP) Kelompok Aneka Kacang Lain pada Direktorat Aneka Kacang dan Umbi (Akabi) Kementerian Pertanian, Kabid TPH Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Kepala UPTD Pertanian Wilayah VII Sagaranten,  perwakilan Muspika Pabuaran, dan Sekdes Bantarsari. (*)

Print Friendly, PDF & Email