Pria Tak Bermoral di Curugkembar Dilaporkan Memperkosa Anak Tiri di Bawah Umur

oleh -
Ilustrasi, pria biadab menggoda anak di bawah umur untuk berbuat tidak senonoh.

Wartawan Hamjah

Pria biadab tak bermoral di Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi diduga telah memperkosa anak tirinya, sebut saja namanya Melati. Perbuatan ayah tiri tersebut dilaporkan ke Polsek Curugkembar oleh Bn, nenek dari Melati pada Senin (11/10/2021).

Berdasarkan penuturan Bn, Melati itu sudah 10 bulan tinggal bersama ibu kandung dan ayah tirinya. Orang tua Melati telah bercerai. Bn mendengar pengakuan Melati yang telah dinodai oleh ayah tirinya.

“Cucu saya sudah 10 bulan ini tinggal bersama ibu kandung dan ayah tirinya. Kemarin cucu saya menceritakan sudah dinodai oleh ayah tirinya. Maka segera kami melapor ke polisi,” kata Bn ketika ditemui di Mapolsek Curugkembar.

Kepada Bn, Melati mengaku diperkosa ayah tirinya beberapa kali. Melati tidak dapat melakukan perlawanan karena tenaga si ayah tiri sangat kuat. Perkosaan terjadi ketika ibu kandung Melati tidak ada di rumah.

“Cucu saya diancam mau dibunuh oleh ayah tirinya supaya tidak menceritakan kelakuan bejadnya kepada orang lain,” ujar Bn. 

Ketika mendengar penuturan anaknya, ayah kandung Melati sempat emosi. Dia mengasah tinju kanan pada telapak tangan kirinya agar lebih tajam ketika dijotoskan kepada si pemerkosa. Namun, dia segera diredakan oleh Bn sebagai ibunya.

“Saya menasihati ayahnya supaya tidak emosi. Jangan main tindakan di luar hukum, serahkan kepada polisi,” tutur Bn.

Menurut Bn, kondisi psikologis Melati kini kurang baik. Melati masih kerap menangis jika mengingat tindakan ayah tirinya.

“Harapan saya pelaku segera ditangkap dan diberi hukuman semaksimal mungkin,” tandasnya.   

Sementara Kapolsek Curugkembar, Ipda Muhlis menyatakan telah menerima laporan dari keluarga Melati. Kini, pihaknya tengah menyelidiki kasus tersebut.

“Ketika memang didasari oleh alat bukti dan penyidik berkeyakinan ada suatu tindak pidana, pasti laporan akan ditindaklanjuti,” kata Muhlis. (*)

Print Friendly, PDF & Email