Tahun Depan, Wali Kota Sukabumi akan Menambah Anggaran P2RW

oleh -
Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi (tengah) ketika memimpin Rakorwil RT/RW, BKM, dan LPM se-Kecamatan Warudoyong.

Wartawan Joko Samudro

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi akan menaikkan anggaran untuk Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) pada tahun anggaran 2022. Alasannya, program tersebut mendapat respon dari masyarakat dan dapat meningkatkan partisipasi warga dalam kegiatan pembangunan.

“Alhamdulillah berdasarkan hasil evaluasi yang kami lakukan, P2RW yang sejatinya sebagai dana stimulan direspon luar biasa oleh masyarakat. Jadi tahun depan anggarannya akan ditambah,” kata kata Wali Kota setelah memimpin Rakorwil  RT dan RW, BKM, dan LPM se-Kecamatan Warudoyong di Aula  Kantor Kecamatan Warudoyong, Jumat (8/10/2021).

Tahun ini besaran dana P2RW mencapai Rp20 juta untuk tiap RW. Hebatnya dari dana sebesar itu, realisasi hasil pembangunannya bisa mencapai Rp50 juta bahkan lebih karena adanya swadaya dari masyarakat.

Fahmi tidak menyebutkan ancar-ancar kenaikan untuk dana P2RW tahun 2022. Yang jelas, kata dia, dana P2RW tidak terkena refocusing untuk penanganan Covid-19. P2RW merupakan program prioritas pada masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota H. Andri Setiawan Hamami.

Berbeda dengan Dana Kelurahan yang bersumber dari APBN yang sebagian anggarannya terkena refocusing. Tahun ini Dana Kelurahan tetap cair, tapi tidak dalam bentuk kegiatan fisik tapi untuk nonfisik. 

Pada Rakowil itu tampak hadir Camat Warudoyong, Ratna Hermayanti dan Kabag Tapem Setda Kota Sukabumi, Adrian Hariadi.

Di hadapan para RT dan RW, Wali Kota menyampaikan pesan agar mereka bisa memaksimalkan pembangunan yang berbasis P2RW karena hasil pembangunan tersebut bisa memiliki efek ganda bagi masyarakat.

Sementara itu Camat Warudoyong menyatakan, tingkat partisipasi dan swadaya masyarakat setiap tahunnya terus meningkat untuk kegiatan P2RW di wilayahnya. Masyarakat bukan hanya berpartisipasi dalam bentuk dana, tenaga, pikiran, dan moril tetapi juga ada yang menghibahkan tanahnya untuk mendukung pembangunan P2RW.

“Alhamdulillah tingkat swadaya masyarakat terus meningkat. Hasil pembangunannya kebanyakan melebihi dari anggaran Rp20 juta. Saya kagum pada warga yang menghibahkan tanahnya untuk pembangunan P2RW,” kata Ratna. (*)

Print Friendly, PDF & Email