Pemkab Sukabumi Meraih Keuntungan dari Investasi di Bank BJB

oleh -
Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi dengan agenda pembahasan Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah pada Bankn BJB dan Raperda tentang Perumda ATE.

Wartawan Joko Samudro

Penyertaan modal atau investasi oleh Pemkab Sukabumi pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten atau lebih dikenal dengan nama Bank BJB akan mendatangkan keuntungan dalam jangka panjang bagi pemda dan masyarakat. Dari investasi itu, Pemkab Sukabumi akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk deviden dan masyarakat dapat menikmati program-program kredit.

Hal itu disampaikan Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami saat menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi di Palabuhanratu, Rabu (6/10/2021).

Agenda para rapat paripurna itu adalah pembahasan Raperda Penyertaan Modal Daerah kepada Bank BJB dan Raperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 5 Tahun 2016 tentang Perusahaan Umum Daerah Aneka Tambang dan Energi (Perumda ATE).

“Tentu penyertaan modal juga bertujuan untuk meningkatkan kinerja PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten yang pada akhirnya mampu memberikan pelayanan optimal antara lain pemberdayaan UMKM dan layanan lainnya yang berpihak kepada masyarakat,” kata bupati.

Karena itu, jelas Bupati, rencana penyertaan modal tersebut merupakan kebijakan yang  rasional dengan mempertimbangkan komposisi kepemilikan saham. Namun tetap memerhatikan kemampuan keuangan daerah.

“Penyertaan modal investasi jangka panjang akan menjadi nilai tambah yaitu dengan adanya deviden yang dapat menjadi modal pembiayaan pembangunan. Pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” ujar Marwan. 

Terkait dengan Raperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 5 Tahun 2016 tentang Perumda ATE, bupati menyampaikan bahwa perubahan perda tersebut merupakan sebuah kebutuhan agar Perumda ATE dapat bersinergi dengan perkembangan tata kelola pertambangan dan energi di wilayah Kabupaten Sukabumi. 

“Untuk meningkatkan kinerja, Perumda Aneka Tambang dan Energi harus bisa memaksimalkan potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Kabupaten Sukabumi dari eksplorasi, eksploitasi, hingga pengolahan dan distribusi yang tepat sasarannya. Setiap rencana pengembangan jenis usaha harus diawali dengan kegiatan studi kelayakan atau analisa investasi untuk mendapatkan kinerja perusahaan yang lebih optimal,” tuturnya. 

Perumda ATE, tambah bupati, dapat memainkan peranan yang penting dalam pembangunan daerah. Salah satunya lewat PAD di samping pajak dan retribusi. Sehingga Perumda ATE membutuhkan penanganan dan pengelolaan yang serius dan profesional.

Tentu saja semuanya berdasarkan prinsip good corporate goverment (GCG) yang meliputi keterbukaan informasi, akuntabilitas pertanggungjawaban, kemandirian, dan kesetaraan. (*)

Print Friendly, PDF & Email