Warga Cibungur dan Babakan Menolak Pembangunan Perumahan 

oleh -
Warga Cibungur dan Babakan beraudiensi dengan Muspika Cibeureum Kota Sukabumi dengan pembahasan penolakan pembangunan perumahan.

Wartawan Denny Nurman AJ

Warga Cibungur dan Babakan Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi menolak pembangunan perumahan di wilayah Kelurahan Sindangpalay dan Kelurahan Babakan. Mereka menyatakan, wilayah di kedua kelurahan tersebut sudah tertutup untuk area perumahan.

Sikap dan pernyataan warga tersebut disampaikan warga ketika menyampaikan asipirasi di Kantor Kecamatan Cibeureum Jalan Sarasa No 75 Kota Sukabumi, Jumat (1/10/2021) sore. Kedatangan mereka diterima oleh Muspika Cibeureum.

“Kami datang ke Kantor Kecamatan Cibeureum untuk menolak pembangunan perumahan di wilayah Kelurahan Sindangpalay dan Kelurahan Babakan. Belakangan ini pembangunan perumahan terus mengarah ke wilayah Kecamatan Cibeureum,” kata Tantan Rustadi,  perwakilan dari warga yang sehari-hari aktif sebagai wakil ketua KNPI PK Cibeureum.

Perumahan, ujar dia, dapat membuat defisit lahan pertanian di wilayah Kecamatan Cibeureum. Lagi pula, sebagai SWK (sub wilayah kota) 5, berdasarkan Perda tentang RTRW, peruntukan wilayah Cibeureum untuk pendidikan, perkantoran, dan agrobisnis. 

“Pembangunan perumahan d Blok Cibungur Kelurahan Sindangpalay juga akan menggerus area pemakaman keluarga. Jadi kami mendesak pemerintah tidak menerima permintaan pembangunan di wilayah kami,” ujar Tatan.

Tantan Rustadi,  perwakilan dari warga Kelurahan Sindangpalay dan Kelurahan Babakan menyampaikan keterangan tentang tujuannya ke Kantor Kecamatan Cibeureum.

Atas desakan dan permintaan warga, Camat Cibeureum Hj Dian Andriani mengatakan, sejauh ini tidak ada rencana pembangunan perumahan di Kelurahan Sindangpakay dan Kelurahan Babakan. Jadi warga tidak perlu merasa cemas, informasi adanya rencana pembangunan perumahan hanya isu.  

“Kami mengucapkan terima kepada masyarakat yang telah datang ke kantor kami untuk menanyakan rencana pembangunan perumahan. Ada baiknya pula, warga membahas masalah tersebut dengan duduk bareng dan bermusyawarah,” kata dia.

Mengenai izin perumahan, lanjut camat, hal itu dikembalikan kepada warga. Jika warga tidak memberikan izin, ujar dia, pembangunan perumahan itu juga tidak akan diberi izin oleh pemerintah.

Setelah melakukan dialog, warga pun undur diri dari Kantor Kecamatan Cibeureum untuk kembali ke rumahnya masing-masing. (*)

Print Friendly, PDF & Email