Pemdes Sukamaju Cimanggu Manfaatkan Bantuan Provinsi untuk Membangun TPT

oleh -
TPT di sepanjang jalur selokan di bawah jalan di Desa Sukamaju, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi yang dibangun dengan dana dari bantuan Prmprov Jabar.

Wartawan Dicky Sopyan

Keberhasilan Pemdes Sukamaju, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi dalam memberdayakan dana bantuan dan menggerakkan masyarakat untuk bergotong royong patut diacungi jempol. Desa ini berhasil menggunakan dana bantuan keuangan dari Pemprov Jabar tahun 2021 dan mengarahkan warga bergotong royong untuk mengerjakan Tembok Penahanan Tanah (TPT).

Kini TPT tersebut telah selesai dibangun dengan hasil yang mengundang pujian dari masyarakat. Jalur TPT membentang dari Kampung Cijati sampai Kampung Liunggunung dengan volume pekerjaan 75 meter x 2 meter. Sementara besarnya bantuan keuangan dari Pemprov Jabar yang diterima Desa Sukamaju mencapai Rp 65.250.000 (PPn + PPh ).

Kegiatan gotong royong TPT jalan itu digelar pada pekan lalu. Gotong royong dimulai dari pukul 07.00 WIB dan selesai menjelang sore. Warga tampak bersemangat ketika mengerjalan TPT tersebut. Mereka didorong oleh harapan untuk memilik tembok penahan yang mulus dan bagus.

“Kami bersyukur karena bisa melaksanakan pembangunan TPT jalan di desa kami sepanjang 75 meter dengan anggaran yang sangat minim. Kunci penyelesaian proyek ini adalah warga siap dan bersedia untuk bergotong royong,” kata Kepala Desa Sukamaju Dedih Supandi, S.IP. saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (27/9/2021).

Kades Sukamaju pun berada di tengah warga untuk ikut dalam pengerjaan TPT jalan tersebut. Dia juga mengapresiasi warga yang peduli dan bisa membangun kebersamaan terhadap kegiatan pembangunan tersebut. Tanpa gotong royong, ujar Dedih, dana bantuan provinsi itu tidak akan mencukupi untuk menyelesaikan TPT jalan sepanjang 75 meter.

Kepala Desa Sukamaju Dedih Supandi, S.IP.

“Saya kagum pada semangat  masyarakat Desa Sukamaju dalam bergotong royong. Banyak pekerjaan besar yang dapat dituntaskan dengan keterlibatan warga secara suka rela,” tutur Dedih.

Berdasarkan ketentuan, lanjut kades, pekerjaan yang dananya dari bantuan keuangan Pemprov Jabar tidak boleh dikontraktualkan, harus dikerjakan secara swakelola. Jadi dalam pelaksanaannya, pemdes melibatkan para kepala dusun, perangkat desa, dan LPMD.  Masyarakat pun berbondong-bondong ikut gotong royong.

“Kalau konsep tersebut selalu digunakan, insya Allah ini sebuah keyakinan bahwa setiap pembangunan akan terselesaikan dengan baik jika disertai keterbukaan dan melibatkan rekan-rekan di desa maupun LPMD,” ujarnya.

Hal itu, kata dia, menunjukkan bahwa TPBJ (Tim Pengadaan Barang dan Jasa) Desa Sukamaju yang di dalamnya ada LPM, Kadus, dan juga tokoh masyarakat siap menggunakan konsep pentahelix dalam melaksanakan kegiatan pembangunan.

“Di dalam pentahelix terdapat unsur-unsur akademis, tokoh masyarakat, kemudian government, dan termasuk media. TPT jalan ini merupakan salah satu bukti suksesnya penerapan konsep pentahelix di tingkat desa,” jelas dia. (*)

Print Friendly, PDF & Email