Anggota BPD Padasenang Permasalahkan Oknum yang Ikut ‘Bermain’ Dana BST

oleh -

Wartawan Tim Sukabumionline

Fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang seharusnya merupakan lembaga pengawas sebagai perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa kurang berjalan dengan baik di Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi. Buktinya ada oknum di BPD Padasenang bekerja sama dengan oknum di pemdes diduga menyelewengkan Bantuan Sosial Tunai (BST).

banner 970x90

Tindakan oknum BPD tersebut menimbulkan ketegangan di tubuh internal BPD Padasenang. Salah seorang anggota BPD Padasenang, Hamjah (38) mengkiritisi perbuatan oknum BPD dan pemdes tersebut. Dia menginginkan seharusnya BPD menghentikan penyelewenangan BST tersebut.

“Saya merasa tidak nyaman dengan adanya kasus tersebut. Seharusnya BPD bisa mengkritisi dan menghentikan penyelewengan itu,” kata Hamjah kepada wartawan, Jumat (24/9/2021).

Hamjah menerangkan dirinya telah mengingatkan pemdes dan oknum BPD yang terlibat agar selalu amanah dalam menjalankan tugas. Namun saran dari Hamjah malah ditanggapi dengan emosi oleh oknum tersebut.

“Ketika saya mengingatkan oknum BPD, dia malah menjawab, saya tidak takut. Seakan-akan dia kebal hukum,” ujar dia.

Berdasarkan informasi dari internal desa, dalam pembagian BST tersebut ada 17 penerima bermasalah yakni 15 penerima ganda  dengan bantuan lain dan 2 orang penerima telah meninggal dunia. Seharusnya  dananya dikembalikan ke negara, sedangkan milik warga yang telah meninggal dunia dananya kepada ahli waris.

Namun kenyataannya, nasib uang BST tidak jelas dicairkan oleh siapa. Sementara menurut staf desa, BST untuk warga yang telah meninggal dunia telah dikembalikan ke negara.

Hamjah dan oknum BPD itu terlibat keributan pada Kamis (16/9/2021). Dua hari setelah kejadian,  Kepala Desa Padasenang bersama bendahara desa mendatangi Hamjah untuk meminta agar permasalahan di selesaikan secara baik-baik. Namun permintaah itu tidak diterima oleh Hamjah. 

“Saya sangat kecewa dengan perilaku oknum-okum yang terlibat,” ujar dia. (*) 

Print Friendly, PDF & Email