Keaslian dan Kemurnian Curug Luhur Ambarjaya Layak untuk Dikembangkan

oleh -
Keindahan alam dan lingkungan Curug Luhur telah menjadi buah bibir hingga ke berbagai daerah. Banyak wisatawan yang melepas kepenatan di bawah air terjun Curug Luhur.

Wartawan Joko Samudro

Air terjun atau curug selalu menyimpan sisi magis bagi para wisatawan. Panorama alam curug dan sekitarnya menjadi keistimewaan tersendiri yang tak mampu diucapkan.

Salah satu curug yang memiliki pesona magis itu adalah Curug Luhur alias Curug Beton alias Curug Ciambar. Lokasinya berada di Kampung Genteng,  Desa Ambarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. Curug Luhur berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Kondisi Curug Luhur masih alami dan terjaga keasliannya. Berada di kaki Gunung Gede Pangrango membuat suasana sejuk nan menyegarkan langsung terasa begitu memasuki Curug Luhur.

Untuk sampai ke Curug Luhur, wisatawan  bisa menempuh jalur Desa Ciambar Parungkuda atau lewat jalan Gang Koramil Cicurug. Kendaraan wisatawan hanya bisa sampai di Kampung Genteng. Dari situ pengunjung harus berjalan kaki sejauh 2 kilometer untuk sampai ke curug. Tidak ada biaya masuk untuk sampai ke curug. Pengunjung hanya dibebankan tiket parkir sebesar Rp 5 ribu.

Saat jalan kaki itu, pengunjung memasuki kawasan hutan, mengikuti jalan setapak yang basah karena lembab. Kondisi jalan menurun dan licin membuat pengunjung harus ekstra hati-hati. Jalan menurun ini akan berakhir setelah melewati jembatan bambu yang dibuat warga. Dari jembatan tidak butuh waktu lama untuk sampai ke Curug Luhur.

Curug Luhur ini memiliki tinggi antara 25 sampai 30 meter. Curug ini jatuh melewati tebing kokoh tegak lurus. Mungkin ini alasan kenapa ada yang menyebutnya Curug Beton. Air terjun yang jatuh ke leuwi (kolam) menjadi arena yang mengasyikkan buat berenang.

Di dekat air terjun terlihat seperti goa yang sebenarnya adalah bekas batu tebing yang patah. Di sekitar curug terdapat pohon-pohon besar yang cocok untuk mengaitkan ayunan. Sementara bebatuan besar bisa jadi spot untuk berfoto ria.

Warga sekitar memberi keleluasan pada pengunjung jika ingin bermalam di sekitar curug. Pengunjung tinggal membawa tenda dan perlengkapan menginapnya sendiri. Tapi jika tidak membawa tenda, jangan khawatir karena warga setempat menyediakan sewa peralatan menginap, masak dan lain sebagainya.

Kepala Desa Ambarjaya menyatakan minatnya untuk mengembangkan Curug Luhur dengan membangun prasarana dan sarana di destinasi wisata tersebut. Dia yakin jika fasilitas di Curug Luhur terus dikembangkan, objek wisata ini dapat menyedot wisatawan lokal maupun luar daerah. (*)

Print Friendly, PDF & Email