Cegah Longsor, Masyarakat dan Pemdes Cibodas Bergotong Royong Memasang Beronjong

oleh -
Kepala Desa Cibodas, H. Ujang Suparman (memakai baju batik) terjun langsung ke lokasi kegiatan pemasangan beronjong untuk mencegah badan jalan dari longsor.

Wartawan Joko Samudro

Guna mencegah dan menangkal terjadinya longsor,  masyarakat dan Pemdes Cibodas bergotong royong untuk memasang kawat beronjong di Kampung Bojongkopi RT 15 RW 03 Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi. Lokasi kegiatan persis di dinding tebing yang terletak di bawah badan jalan.

banner 970x90

Pada kegiatan itu, Kepala Desa Cibodas H. Ujang Suparman terjun langsung ke lapangan bersama masyarakat. Kades Ujang tidak segan-segan menggali tanah dan ikut menggotong kawat beronjong dan batu yang akan tempatkan pada area tebing.

“Pemasangan beronjong ini untuk mencegah longsor yang dapat meruntuhkan badan jalan di atas tebing. Memang posisi badan jalan di atas tebing rawan longsor,” kata Ujang di tengah kegiatan gotong royong, Senin (30/8/2021).

Biaya untuk pembelian kawat dan batu berojong, ujar dia, diambil dari Dana Desa tahun anggaran 2021 dengan besaran Rp70.650.000. Adapun volume pekerjaan beronjong dan batu itu mencapai 35 meterkubik.

“Beronjong penting sebagai bagian dari tindak pengamanan dan penyelamatan tebing dan badan jalan. Selain itu beronjong dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang setiap hari melewati jalan di atas tebing tebing,” ujar Kades Cibodas.

Pemasangan beronjong di Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi melibatkan masyarakat yang menyumbangkan tenaga untuk bergotong royong.  

Dengan pemasangan beronjong, posisi jalan dan tebing menjadi aman dan nyaman untuk dilewati. Warga pun bisa menggunakan jalan dengan tenang untuk menunjang kegiatan sosial kemasyarakatan dan perekonomian masyarakat.  

“Diharapkan dengan pemasangan beronjong kawat tersebut, saat turun hujan tidak sampai memicu tanah longsor yang dapat membahayakan bahu jalan. Keberadaan jalan tidak boleh terganggu oleh ancaman longsor,” kata Ujang.

Proyek pemasangan bronjong kawat tersebut sudah  lama direncanakan dan baru terwujud tahun. Rencananya pemasangan bernjong itu dikerjakan selama 30 hari kerja. Dalam hal pekerja, selain menggunakan tenaga profesional yang menerima upah, mayarakat juga menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk bergotong royong. (*)

Print Friendly, PDF & Email