Pemdes Cijengkol Manfaatkan Rejeki Bantuan Provinsi untuk Pengaspalan Jalan

oleh -
Pengaspalan jalan dengan hotmix sepanjang 300 meter di Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin diselesaikan dalam waktu satu hari berkat gotong royong warga. Tampak Kades Cijengkol Haer Suhermansyah (paling depan) ikut dalam gotong royong tersebut.

Wartawan Joko Samudro

Keberhasilan Pemdes Cijengkol, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi dalam memberdayakan dana bantuan dan menggerakkan masyarakat untuk bergotong royong patut diacungi jempol. Desa ini berhasil menggunakan dana bantuan keuangan dari Pemprov Jabar dan mengarahkan warga bergotong royong untuk mengerjakan pengaspalan jalan dengan aspal hotmix.

banner 970x90

Ruas jalan yang dihotmix merupakan jalur penghubung Cijengkol Kaler-Lemburtegal  dengan volume pekerjaan 300 meter x 3 meter. Sementara besarnya bantuan keuangan dari Pemprov Jabar yang diterima Desa Cijengkol mencapai Rp57.550.000.

Kegiatan gotong royong pengaspalan jalan itu digelar pada Ahad (29/8/2021). Gotong royong dimulai dari pukul 07.00 WIB dan selesai menjelang sore. Warga tampak bersemangat ketika mengerjalan pengaspalan tersebut. Mereka didorong oleh harapan untuk memilik jalan hotmix yang mulus dan bagus.

“Kami bersyukur karena bisa melaksanakan pengaspalan hotmix jalan di desa kami sepanjang 300 meter dengan anggaran yang sangat minim. Kuncinya warga siap dan bersedia untuk bergotong royong,” kata Kepala Desa Cijengkol Haer Suhermansyah saat ditemui awak media di lokasi pekerjaan.

Kades Cijengkol pun berada di tengah warga ikut dalam pengaspalan jalan. Dia mengapresiasi warga yang peduli dan bisa membangun kebersamaan terhadap kegiatan pengaspalan jalan tersebut. Tanpa gotong royong, ujar dia, dana bantuan provinsi itu tidak akan mencukupi untuk menyelesaikan pengaspalan jalan hotmix sepanjang 300 meter.

“Saya kagum pada jiwa dan semangat  masyarakat Desa Cijengkol dalam bergotong royong. Banyak pekerjaan besar yang dapat dituntaskan dengan keterlibatan warga secara suka rela,” tutur Haer.

Berdasarkan ketentuan, lanjut kades, pekerjaan yang dananya dari bantuan keuangan Pemprov Jabar tidak boleh dikontraktualkan, harus dikerjakan secara swakelola. Jadi dalam pelaksanaannya melibatkan para kepala dusun, perangkat desa, dan LPMD.  Masyarakat pun berbondong-bondong ikut gotong royong.

“Kalau konsep tersebut selalu digunakan, insya Allah ini sebuah keyakinan bahwa setiap pembangunan akan terselesaikan dengan baik jika disertai keterbukaan dan melibatkan rekan-rekan di desa maupun LPMD,” ujarnya.

Hal itu, kata dia, menunjukkan bahwa TPBJ (Tim Pengadaan Barang dan Jasa) Desa Cijengkol yang di dalamnya ada LPM, Kadus, dan juga tokoh masyarakat siap menggunakan konsep pentahelix dalam melaksanakan kegiatan pembangunan.

“Di dalam pentahelix terdapat unsur-unsur akademis, tokoh masyarakat, kemudian government, dan termasuk media. Pengaspalan hotmix jalan ini merupakan salah satu bukti suksesnya penerapan konsep pentahelix di tingkat desa,” jelas dia. (*)

Print Friendly, PDF & Email