Agro Wisata Taman Gunung Wayang Tunggu Dukungan Serius Pemerintah

oleh -
Gerbang masuk ke Agro Wisata Taman Gunung Wayang memberi kesan seakan pengunjung akan memasuki alam pegunungan di Bali.

Wartawan Joko Samudro

Namanya Dede Mistar. Dialah Kepala Desa Gunungendut, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. Warga memilihnya sebagai pemimpin dengan harapan mampu membangun desanya. Warga tak keliru memilih. Di bawah kepemimpinan Dede, kini desa itu mulai dikenal dan dikunjungi banyak orang.

banner 970x90

Salah satunya Agro Wisata Taman Gunung Wayang yang telah menaikkan pamor desa itu. Proyek wisata berbasis perkebunan yang berada di Kampung Sinagar ini telah menjadi ikon desa. Objek wisata ini murni gagasan Kades Dede Mistar. Sejak lama ia memimpikan ingin membangun kawasan agro wisata di bawah kaki Gunung Wayang. Namun belum tersedianya lahan dan dana, membuatnya terus bermimpi.

Mimpi Dede mendapat titik terang saat PTPN VIII berencana menanam kelapa sawit di lahan konservasinya. Rencana itu mendapat penolakan warga karena kelapa sawit menyerap banyak air. Akhirnya terjadi kesepakatan dan negosiasi antara PTPN dan masyarakat jika lahan itu akan ditanami pohon kayu dan buah.

Dari sinilah, Dede mendapat jalan untuk mewujudkan mimpinya membangun kawasan agro wisata. Ia mengajukan kerja sama kepada PTPN VIII untuk mengelola lahan seluas 8,4 hektare. Pengajuan kerja sama lahan dilakukan pada 2017. Pada tahun itu juga, ia dan aparat desa memulai perencanaan teknis dan mencari sumber dana. Pada 2019 pembangunan kawasan itu mulai dibangun.

“Bantuan awal pembangunan berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kas desa,  dan swadaya masyarakat,” kata Dede melalui sambungan telepon seluler, Senin (16/8/2021).

Objek Agro Wisata Taman Gunung Wayang ditata dengan indah agar selaras dengan lingkungan alam di sekelilingnya.

Pada April 2021 lalu, kawasan wisata ini diresmikan. Dede memasukkan nuansa Bali dalam arsitektur kawasan. Ini terlihat dari gerbang masuk yang dibuat menyerupai pura. Dede terkesan dengan sejumlah tempat wisata di Pulau Dewata saat mengikuti rapat kepala desa di Bali.

Kini, meski pembangunan kawasan belum rampung sepenuhnya, tapi animo masyarakat sangatlah besar. Wisatawan lokal sudah mulai mengunjungi tempat ini. Pengunjung tinggal merogoh kocek sebesar Rp 5 ribu untuk masuk ke kawasan wisata itu.

Dede yakin, kawasan yang dibangun dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Gunungendut itu dapat memberdayakan dan memperbaiki perekonomian masyarakat sekitar. Apalagi akses menuju lokasi ini juga sudah didukung infrastruktur jalan yang memadai.

Di kawasan agro wisata ini, pengunjung disuguhi nuansa keindahan alam pegunungan dipadukan dengan  pengembangan perkebunan. Bahkan nantinya akan dilengkapi dengan panggung seni, area wirausaha, camping ground, saung, flying fox, kolam renang, dan danau buatan.

Hawa sejuk dan pemandangan yang menghampar indah merupakan daya tarik bagi Agro Wisata Taman Gunung Wayang.

Sampai saat ini, pengelola sudah menanam 3.412 bibit pohon jeruk, jambu kristal, jambu madu, lengkeng, mangga, alpukat, nangka, sirsak dan durian. Sementara untuk reboisasi sudah ditanam pohon vinus, pala dan kelapa.

Pembangunan yang tadinya diproyeksikan selesai pada tahun 2022 dengan rencana anggaran sebesar Rp2 miliar lebih ini memang dikerjakan secara bertahap karena keterbatasan dana.

Dede berharap pembangunan sejumlah sarana dan wahana taman wisata ini dapat segera selesai mengingat potensi kawasan ini cukup menjanjikan sebagai tujuan wisata lokal maupun pengunjung luar.

“Kami sangat berharap dukungan serius dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan pemerintah pusat agar pembangunan kawasan agro wisata ini cepat selesai,” tutur Dede. (*)

Print Friendly, PDF & Email