Kepala MTs Negeri 1 Sagaranten Tidak Pernah Perintahkan Jual Beli LKS

oleh -
Buku LKS yang ditarik kembali dari para siswa MTS Negeri 1 Sagaranten oleh pihak sekolah.

Wartawan M. Hamjah

Humas Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Enep memastikan sudah menarik semua buku lembar kerja siswa (LKS) yang dibeli orang tua siswa. Tak hanya itu, sekolah juga sudah mengembalikan uang pembelian LKS kepada para orang tua siswa.

banner 970x90

“Siswa tak perlu membeli LKS, kan sekolah sudah menyiapkan sebagian buku ajarnya di perpustakaan,” kata Enep atas nama Kepala MTs Negeri 1 Sagaranten kepada wartawan di kantornya, Jumat (30/7/2021).

Enep menegaskan sekolah yang dalam hal ini Kepala MTs Negeri 1 Sagaranten tidak pernah menganjurkan orang tua membeli buku LKS apalagi di saat kondisi sulit karena pandemi seperti saat ini. Untuk itu, sekolah telah mewanti-wanti para guru agar tidak  mengarahkan siswanya untuk membeli buku LKS di suatu tempat penjualan tertentu.

“Jika memang ingin menggunakan LKS, maka harus dibuat sendiri oleh guru bidang studi bersangkutan,” katanya.

Tudingan adanya praktik penjualan buku LKS di madrasah itu mengemuka saat orang tua siswa mengkonfirmasi sekolah dan menyatakan keberatan atas kewajiban membeli buku LKS.

Larangan soal penjualan buku LKS merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 17  Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Peraturan itu menjelaskan secara rinci bahwa pendidik dan tenaga kependidikan, baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, seragam sekolah, atau bahan pakaian seragam di satuan pendidikan. (*)

Print Friendly, PDF & Email