Satres Narkoba Kota Ungkap Kasus Narkoba di Tujuh TKP

oleh -
Para terduga pelaku pengedaran gelap narkoba yang diamankan Satres Narkoba Polres Sukabumi Kota.

Wartawan Joko Samudro

Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Sukabumi Kota sejak satu pekan ini telah mengamankan sebanyak 10 terduga pelaku penyalahgunaan narkoba lengkap dengan sejumlah barang bukti narkoba.

banner 970x90

Keberhasilan Satres Narkoba dalam mengungkap kasus tersebut disampaikan Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni saat konferensi pers di halaman Mapolres Sukabumi Kota, Selasa (13/07/2021).

“Sejak tanggal 6 Juli, Satres Narkoba Polres Sukabumi Kota telah mengungkap beberapa kasus di 7 lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pengungkapan itu berhasil mengamankan sebanyak 10 tersangka berikut barang bukti,” kata Kapolres. 

AKBP Sumarni menerangkan, bahwa 10 orang terduga pelaku itu diamankan di 7 TKP yakni di Kecamatan Gunungpuyuh, Citamiang, Lembursitu, Sukabumi, Cisaat, Cicantayan, dan Sukaraja.

Sementara barang buktinya  berupa paket sabu sebanyak 6,82 gram dan obat berbahaya sebanyak 1.882 butir Tramadol, psikotropika berupa 26 butir Alphazolam, ganja kurang lebih 18,58 gram, dan tembakau sintetis 18,7 gram.

Selain barang bukti berupa narkoba, polisi juga mengamankan alat-alat yang dipakai pelaku berupa handphone berbagai merk, 2 buah timbangan digital, 1 kartu ATM, dan uang hasil penjualan sebesar Rp900 ribu. 

“Para pelaku yang kami tahan sebanyak 10 orang, range usianya antara 17 hingga 25 tahun sebanyak 5 orang, 26-30 tahun sebanyak 4 orang, dan di atas 30 tahun ada 1 orang,” terangnya.

Dari hasil pengungkapan kasus tersebut, salah satu modus pengirimannya melalui sistem cash on delivery (COD), papket jasa pengiriman, dan kode cara tempel.

“Modus yang digunakan sama seperti yang kemarin, ada yang melalui COD, ada yang melalui paket jasa pengiriman, ada juga yang memakai cara tempel dengan memberikan arahan-arahan kepada pembelinya,” jelas AKBP Sumarni.

Para terduga pelaku diancam dengan pasal 111 (1), Pasal 112 (1), 114 (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun pejara.

Sementara Pasal 196,197 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, ancamannya selama 12 tahun penjara. Kemudian berdasarkan pasal 62 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, pelaku diancam maksimal 5 tahun penjara. (*)

Print Friendly, PDF & Email