Anggaran Pembangunan Pemandian Air Panas di Cidadap ‘Disunat’ Oknum Birokrat

oleh -
Hasil pekerjaan Pokmas yang mengerjakan pembangunan pemandian air panas di Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Hamjah

Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang mengerjakan pembangunan Pemandian Air Panas di Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi berkeluh kesah. Penyebabnya dana pembangunan sekitar Rp550 juta diminta kembali sebesar puluhan juta oleh oknum birokrat pemerintahan di tingkat kecamatan.

banner 970x90

Ketua Pokmas Desa Cidadap, Adin tanpa tendeng aling-aling menyebutkan nama pejabat yang meminta jatah sebesar 10 persen atau kira-kira Rp55 juta. Ada lagi permintaan dari oknum staf sebesar Rp11 juta dengan dalih untuk ongkos pencairan bantuan.

“Sehingga anggaran yang digunakan untuk membangun pemandian air panas tidak sama dengan jumlah yang seharusnya diterima,” kata Adin kepada wartawan, Selasa (6/7/2021).

Pembangunan pemandian air panas itu dibiayai oleh pemerintah melalui program Peningkatan Partisipasi Pembangunan Kecamatan (P3K). Proyeknya dikerjakan oleh Pokmas yang dipimpin Adin.

“Kehadiran pemandian air panas dapat mendongkrak perekonomian warga. Karena itu kami sangat bersemangat mengerjakan proyek ini. Namun sayang ada pemotongan uang proyek,” ujar dia.  

Adin terpaksa harus menyerahkan uang tersebut karena dirinya merasa tertekan. Lagi pula ada ancaman, jika tidak mau menyerahkan jatah 10 persen, dia akan kehilangan kesempatan untuk mengerjakan proyek. Alternatifnya kegiatan pembangunan dikerjakan oleh pihak ketiga.

Tuduhan yang dilontarkan Adin itu dibantah keras oleh Camat Cidadap, R. Takarina Hatatiyanto Prihantono, S.H. Ketika ditemui di kantornya, Rabu (7/7/2021), Takarina menyatakan, anggaran untuk membangun pemandian air panas di Cidadap diberikan langsung kepada Pokmas. Tidak melalui dirinya.

“Sebelumnya saya sudah dengar  tuduhan tersebut namun saya tidak perduli, biarkan saja. Yang jelas tugas saya adalah mengawasi pekerjaan itu,” ujar Takarina.

Di lokasi proyek tidak ada lagi kegiatan pembangunan. Camat menyebutkan, pekerjaan tersebut belum selesai. Dirinya belum melakukan serah terima pekerjaan dengan kelompok masyarakat yang melaksanakan kegiatan tersebut. (*)

Print Friendly, PDF & Email