Monitoring PPKM Darurat Difokuskan di Pasar Tradisional

oleh -
Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri berdialog dengan pedagang di Pasar Sukaraja dalam rangka monitoring pelaksanaan PPKM Darurat Covid-19.

Wartawan Nanang Setiana  

Kunjungan ke Pasar Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dalam rangka monitoring pelaksanaan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat Covid-19 meninggalkan kesan yang mendalam bagi Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri. Wabup melihat kenyataan, para pedagang di Pasar Sukaraja telah menyadari pentingnya protokol kesehatan (prokes).

banner 970x90

“Secara umum para pedagang telah memahami PPKM Darurat. Mereka menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Para pedagang sudah terbiasa memakai masker ketika menjalankan aktivitasnya,” kata wabup kepada wartawan di Pasar Sukaraja, Selasa(6/7/2021).

Selain itu, para pedagang mentaati batas waktu berjualan yakni maksimal pukul 20.00 WIB. Sebagian besar dari mereka juga melaksanakan sistem pelayanan take away atau tidak makan di tempat. Wabup merasa lega dengan ketaatan para pedagang tersebut.

Pada monitoring PPKM Darurat Covid-19 hari keempat, wabup dan tim monitoring menggelar kunjungan ke Pasar Cisaat, Pasar Sukaraja, dan tempat vaksinasi Covid-19 di SDN 1 Pasirhalang Kecamatan Sukaraja.

“Monitoring difokuskan di pasar mengingat pasar merupakan tempat yang relatif banyak dikunjungi masyarakat,” ujar Iyos.

Selama monitoring, wabup dan tim juga tidak henti-hentinya mensosialisasikan PPKN Darurat dan prokes. Tim mengajak para pedagang untuk selalu memakai masker, sering-sering mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak untuk mencegah terbentuknya kerumunan.   

“Kami menilai tingkat kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan sangat bagus. Hal itu termasuk warga pasar yang telah menerapkan protokol kesehatan secara baik,” tuturnya.

Ketika berkunjung ke SDN 1 Pasirhalang, wabup melihat antusiasme masyarakat yang akan divaksin. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk membentuk herd immunity dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Virus Corona cukup tinggi.

“Kita bersyukur masyarakat mau dan antusias untuk divaksin. Semoga antusias masyarakat semakin tinggi sehingga herd immunity segera terealisasi di Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.  

Vaksinasi Covid-19 akan tetap berjalan di tengah pelakaanaan PPKM Darurat, tambah dia. Di samping itu prokes semakin diperketat. 

Ketua Forum Warga Pasar (Forwapas) Cisaat Deni Supriadi menyatakan, para pedagang di Pasar Cisaat selalu mematuhi prokes. Mereka berupaya untuk mencegah terbentuknya kerumunan di pasar. Jumlah pengunjung pun tidak terlalu banyak hanya sekitar 30 persen dari keadaan normal.

“Para pengunjung pasar didominasi pembeli kebutuhan rumah tangga. Mereka  tidak setiap hari ke pasar. Hari ini ke pasar, tiga atau empat hari baru ke pasar lagi,” jelas Deni. (*)

Print Friendly, PDF & Email