Bencana Januari-Juni 2021 Timbulkan Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar

oleh -
Pemeriksaan gorong-gorong sebagai langkah antisipasi untuk mencegah banjir di jalan di perkotaan oleh BPBD Kota Sukabumi.

Wartawan Nanang Setiana

Cuaca ekstrem mendominasi kejadian bencana selama bulan Januari sampai dengan Juni atau semester I 2021 di Kota Sukabumi. Berdasarkan data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, dari 104 kejadian selama 6 bulan itu sebanyak 41 bencana berupa cuaca ekstrem.  

banner 970x90

Di tempat kedua tanah longsor dengan frekuensi 26 kejadian. Bencana tersebut  menyebar di tujuh kecamatan yang ada di Kota Sukabumi. Sistem Informasi Elektronik Data Bencana (SiEdan) yang dioperasikan oleh BPBD Kota Sukabumi mencatat, kerugian akibat bencana mencapai Rp2.047.962.500.

“Dari 104 kejadian bencana, paling banyak cuaca ekstrem 41 kejadian dan tanah longsor 26 kejadian. Luas areal terdampak 51,7 hektare dengan 43 kepala keluarga,” kata Kasi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnaen Barhami saat dihubungi wartawan melalui pesan singkat, Sabtu (3/7/2021).

Selain cuaca ekstrem dan tanah longsor, bencana yang terjadi terdiri dari banjir sebanyak 19 kali, angin puting beliung 1 kali, gempa 1 kali, dan kebakaran 16 kejadian.

“Kami selalu sigap dan langsung terjun ke lapangan setelah mendapat laporan dari masyarakat. Alhamdulillah tim tangguh BPBD bersama relawan dan masyarakat selalu bisa menanggulangi bencana di lapangan,” ujar Zulkarnaen.  

Dari  aplikasi SiEdan diketahui bencana menyebar di tujuh wilayah kecamatan. Riciannya: 28 kejadian di Kecamatan Gunungpuyuh, 22 bencana di Kecamatan Lembursitu, 20 di Kecamatan Cikole.

Kemudian kecamatan dengan frekuensi bencana rendah terdiri dari Kecamatan Cibeureum terdapat 5 kejadian, Kecamatan Baros ada 6 kejadian, Kecamatan Citamiang 11 kejadian, dan Kecamatan Warudoyong 12 bencana.

Kerugian tertinggi karena dari cuaca ektsrem mencapai Rp649.150.000 disusul kebakaran sebesar Rp636.500.000, tanah longsor Rp527.762.000, banjir dan puting beliung masing masing Rp189.550.000 dan Rp45.000.000.

“Masyarakat diimbau agar tetap siaga bencana dan peduli terhadap lingkungan, jangan sampai perilaku buruk berdampak terhadap bencana,” ujar Zulkarnaen. (*)

Print Friendly, PDF & Email