Minimalisir Penyebaran Covid-19, Desa Cimanggu Mulai Gencarkan Vaksinasi Covid-19

oleh -
Kegiatan vaksinasi Covid-19 massal untuk gelombang pertama di Desa Cimanggu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Nanang Setiana

Masyarakat dan Pemerintah Desa Cimanggu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat siap mensukseskan Pemberlakukan Pembatasan Masyarakat (PPKM) dalam segala bentuk dan skala untuk mendukung pemerintah dalam menghentikan penyebaran Virus Corona dan penularan Covid-19.

banner 970x90

Dua langkah yang dilakukan masyarakat dan Pemdes Cimanggu adalah menggencarkan vaksinasi dan mengawasi pergerakan orang, terutama untuk pendatang dari luar. Tugas pengawasan terhadap pergerakan orang diberikan kepada Posko PPKM dan Satgas Covid-19.

“Langkah yang kami lakukan ini untuk meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 di desa kami. Seluruh potensi desa dikerahkan untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona,” kata Kepala Desa Cimanggu, Demi ketika ditemui di tengah kegiatan vaksinasi di Balai Desa Cimanggu, Jumat (2/7/2021).

Vaksinasi Covid-19 di Desa Cimanggu, ujar dia, dilaksanakan secara bergelombang. Dalam pelaksanaannya, vaksinasi tersebut selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Warga yang hadir di balai desa harus mengikuti pemeriksaan suhu badan, mencuci tangan, memakai masker, dan duduk dengan menjaga jarak.

Pada tahap pertama, Pemdes Cimanggu mengundang 100 orang warga untuk mengikuti vaksinasi. Semuanya harus menjalani skrining kesehatan sebelum mendapatkan suntikan Vaksin Covid-19. Hanya mereka yang lolos pemeriksaan kesehatan yang dapat mengikuti vaksinasi.

“Warga di desa kami merespon positif undangan untuk vaksinasi Covid-19. Nanti dilakukan pula vaksinasi untuk gelombang berikutnya sampai semua warga di desa kami yang berumur di atas 18 tahun selesai divaksinasi,” ujar Demi.

Melalui vaksinasi, lanjut kades, warga dan Pemdes Cimanggu secara perlahan tapi pasti membentuk herd community atau kekebalan komunal untuk memutus penyebaran Virus Corona.

“Kami juga secara intens menggelorakan sosialisasi prokes 3M dan 5M. Jadi selain diimbau untuk memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak warga juga diminta untuk menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas keluar rumah,” ujar Demi.

Posko PPKM dijadikan tempat pemantauan pelaksanaan prokes dengan melibatkan masyarakat. Salah satu fokus kegiatan posko adalah pengawasan pergerakan orang di sekitar desa. Petugas posko harus melakukan deteksi dini terhadap para pendatang untuk mencegah orang terpapar Covid-19 masuk ke wilayah Desa Cimanggu.

“Jadi kalau ada orang dari luar desa memperlihatkan gejala-gejala terinfeksi Virus Corona dia ditanya tentang asal-usulnya. Bila perlu orang tersebut disarankan untuk isolasi. Dalam langkah ini petugas posko akan berkoordinasi dengan tim medis di puskesmas,” kata Demi. (*)

Print Friendly, PDF & Email