Gerakan Sukabumi Bestari Sukses Kurangi Sampah Plastik

oleh -
Tim monitoring Gerakan Sukabumi Bestari mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan untuk melihat dari jarak dekat pelaksanaan aturan larangan penggunaan kantung plastik.

Wartawan Nanang Setiana

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi berencana akan memberlakukan larangan penggunaan kantong plastik ke pasar tradisional. Nanti ketika peraturan ini diberlakukan, pembeli harus membawa kantung sendiri untuk menampung belanjaan atau pedagang menggunakan kantung yang terbuat dari bahan organik yang ramah lingkungan.

banner 970x90

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH  Kabupaten Sukabumi, H. Denis Eriska kepada wartawan, Selasa (29/6/2021), dalam rangka evaluasi pemberlakuan larangan penggunaan sampah plastik di pusat perbelanjaan atau pertokoan modern supermarket, minimarket, dan department store.  

“Rencana ke depannya, pelarangan penggunaan kantung plastik akan diperluas ke pasar-pasar tradisional sehingga pengurangan sampah plastik dapat lebih banyak lagi,” kata Denis.

Pelarangan kantung plastik di pusat perbelanjaan itu merupakan bagian dari Gerakan Sukabumi Bestari (Bersih, Tertib dan Asri) berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 81 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Kebersihan Melalui Gerakan Sukabumi Bersih, Tertib dan Asri.

Pemkab Sukabumi memberlakukan larangan penggunaan kantung plastik di pusat perbelanjaan atau pertokoan modern sejak 11 November 2020.

“Gerakan Sukabumi Bestari menorehkan kinerja yang baik dan menggembirakan. Setelah ada gerakan ini di wilayah Kabupaten Sukabumi terjadi pengurangan sampah plastik sebanyak 8,19 ton per bulan atau kira-kira 98 ton per tahun,” ujar dia.

Dalam Gerakan Sukabumi Bestari, Pemkab Sukabumi melibatkan 404  supermarket, minimarket, dan department store yang berkomitmen tidak akan menggunakan kantung plastik. Sudah sejak bulan November lalu, tempat belanja tersebut tidak menyediakan kantung plastik dengan memberikan pilihan kepada pembeli: membeli kantung ramah lingkungan atau membawa tempat untuk belanjaan.   

“Melalui program pengurangan sampah plasik diharapkan masyarakat terbiasa untuk berbelanja dengan membawa tas belanja dari rumah atau kantung ramah lingkungan yang dapat dipakai berulang kali,” tutur Denis.

Dia mengharapkan ke depannya Kabupaten Sukabumi dapat mengurangi sampah plastik untuk menunjang kegiatan pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan. (*)

Print Friendly, PDF & Email