Pemkab dan Pemkot Bahas Langkah Strategis Hadapi Lonjakan Pasien Covid-19

oleh -
Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri (depan) bersama Wakil Wali Kota Sukabumi H. Andri Setiawan Hamami bersama Forkopimda dan jajaran dari Pemkab dan Pemkot Sukabumi.

Wartawan Agus Setiawan Joko Samudro

Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi H. Iyos Somantri bersama Wakil Wali Kota Sukabumi H. Andri Setiawan Hamami berkumpul untuk membahas penanganan Covid-19 bertempat di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi, Rabu (23/6/2021). Dalam pertemuan itu para wakil kepala daerah itu didampingi Satgas Penanganan Covid-19 daerah masing-masing.

Materi pembahasan dalam pertemuan delegasi Pemkab dan Pemkot Sukabumi itu bermuara pada langkah-langkah strategis yang akan diambil untuk mengatasi penambahan kasus Covid-19. Salah satu materi yang dijadikan pembahasan terkait ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19.

Pada pertemuan itu tampak hadir jajaran Fokopimda Kota dan Kabupaten Sukabumi antara lain Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni dan Kasdim 0607 Mayor (Inf) Suntoro.  

“Pertemuan ini untuk menguatkan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten dan Kota Sukabumi dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Saat ini Kabupaten Sukabumi masuk zona oranye, sebelumnya zona kuning,” kata wabup dalam pertemuan tersebut.

Bagaimanapun, ujar dia, kedua daerah harus bersinergi dan berkolaborasi agar bisa bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pemkab dan Pemkot Sukabumi  harus mampu menginventarisir langkah-langkah antisipasi yang perlu diambil untuk menekan jumlah warga yang terpapar Virus Corona serta penyiapan fasilitas untuk layanan medis. 

“Langkah ini harus diambil untuk mencegah Kota dan Kabupaten Sukabumi masuk zona merah,” tutur Iyos.

Kondisi saat ini di Kabupaten Sukabumi, lanjut dia, angka BOR (Bed Occupancy Rate) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit cukup tinggi. Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi terus berupaya untuk menambah tempat tidur untuk pasien Covid-19.

“Kami sudah sepakat dengan 8 rumah sakit yakni 3 RSUD dan 5 rumah sakit swasta untuk menambah tempat tidur dari 271 menjadi 354,” kata Iyos.

Selain itu, Pemkab dan Satgas Covid-19 telah merencakan penyiapan tempat penampungan  darurat pasien di GOR atau Pusbangdai. Rencana ini masih dalam tahap pengkajian oleh Dinas Kesehatan.

“Di bidang ekonomi, kami harapkan adanya sinergitas antara kedua pemda dalam pembatasan waktu operasional pusat-pusat perbelanjaan,” tambahnya.

Sementara Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri Setiawan Hamami menyambut tawaran kerja sama kedua daerah. Hal ini penting mengingat penambahan kasus Covid-19 trennya cenderung naik.

“Kami sepakat, situasi seperti ini memerlukan sinergitas untuk mengantisipasi dan menekan penyebaran Covid-19 secara bersama-sama,” kata Andri. (*)

Print Friendly, PDF & Email