Bank BJB Gelar Webinar Digitalisasi Desa di Kabupaten Sukabumi

oleh -
Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri (tengah) pada pembukaan webinar digitalisasi desa yang diselenggarakan oleh Bank BJB Cabang Palabuhanratu dari Pendopo Sukabumi.

Wartawan Nanang Setiana

Digitalisasi administrasi dapat meningkatkan kualitas tata kelola keuangan desa. Hal ini secara otomatis bisa memperkuat sistem pelaporan keuangan pemerintah daerah sehingga menjadi yang lebih baik dan akurasinya terjamin.

banner 970x90

Hal itu dikatakan Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi H. Iyos Somantri saat membuka acara webinar bertema ‘Dukungan Bank BJB dalam Percepatan Digitalisasi Desa’ di Pendopo Sukabumi, Rabu (23/6/2021). Secara virtual, webinar itu diikuti para kepala desa di tempatnya masing-masing.

Kepada para peserta webinar, wabup mengharapkan mereka dapat menyerap informasi dan pengetahuan dari para nara sumber. Dengan demikian ke depan tata kelola keuangan desa menjadi semakin baik dan berdampak positif terhadap kemajuan masyarakat di desanya masing masing. 

“Pengelolaan keuangan desa harus dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip taat hukum, trasparansi, akuntabel, dan partisipasif agar penggunaan anggaran desa lebih berkualitas, efektif, dan efisien. Pada gilirannya hal itu akan mengantarkan Kabupaten Sukabumi menuju masyarakat sejahtera lahir batin,” kata Iyos.

Kunci keberhasilan dalam pelaksanaan pembangunan desa, lanjut dia, terletak pada adanya keterbukaan, keterlibatan masyarakat, dan manfaat pembangunan yang langsung menyentuh hajat hidup masyarakat desa.

“Atas dasar itu saya mengapresiasi dan mendukung inovasi ini sebagai upaya percepatan digitalisasi keuangan desa. Semoga webinar ini bisa meningkatkan pengetahuan aparatur desa sehingga mereka terampil dalam menerapkan prinsip akuntabilitas pengelolaan anggaran,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Cabang Bank BJB Palabuanratu, Rahmat Abadi mengatakan, Bank BJB memposisikan diri sebagai mitra yang bisa menjembatani kepentingan pemda dan pemerintah desa. Digitalisasi desa, kata Rahmat, merupakan salah satu solusi untuk memadukan kepentingan tersebut.

“Oleh kareta itu aparat pemda dan desa perlu literasi keuangan. Terkait digitalisasi desa disampaikan bahwa transaksi secara digital itu aman dan terjamin  serta terenskripsi dengan baik,” ujar Rahmat.

Harapan dia desa siap menjalankan digitalisasi desa termasuk dalam pengelolaan transaksi keuangan. (*)

Print Friendly, PDF & Email