Polres Sukabumi Kota Ekspos Kasus Narkoba Hingga Pertengahan Bulan Juni

oleh -
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni menyampaikan keterangan pada konferensi pers kasus pengedaran dan penyalahgunaan narkoba sepanjang awal hingga pertengahan bulan Juni 2021 oleh Polres Sukabumi Kota.

Wartawan Joko Samudro

Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota dalam hitungan waktu dua pekan dari awal hingga pertengahan bulan Juni 2021 berhasil menangkap 10 orang terduga pengedar dan pengguna narkoba. Para hamba hukum membekuk mereka dari berbagai lokasi di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota yaitu kecamatan-kecamatan Baros, Cisaat, Kadudampit, Gunungpuyuh, Cikole, dan Citamiang.

Dalam keterangannya kepada wartawan saat konferensi pers, Selasa (15/6/2021), Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni mengatakan, pengungkapan kasus para terduga pelaku pengedaran dan penyalahgunaan narkoba dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat.  

“Jadi ada 10 laporan masyarakat untuk 10 kasus. Penyidik masih terus mengembangkan kasus-kasus tersebut setelah dilakukan penetapan tersangka,” kata Kapolres.

Pada kasus itu, polisi mengamankan berbagai barang bukti antara lain kristal putih sabu seberat 19,16 gram, kristal biru sabu seberat 5,24 gram, serta obat-obat berbahaya antara lain: 532 butir Hexymer, 839 butir Tramadol, dan 202 butir Reklona. Aparat juga mengamankan 11 unit HP berbagai merk, 2 unit timbangan, ATM, dan uang hasil yang diduga hasil penjualan narkoba sebesar Rp505 ribu.

“Para tersangka berumur antara 17 hingga di atas 30 tahun. Mereka menyalahgunakan dan mengedarkan narkoba dengan berbagai macam modus,” jelas AKBP Sumarni.

Modus operandi dalam transaksi narkoba yang digunakan para tersangka itu antara lain langsung salam tempel, disimpan di tempat tertentu berdasarkan perjanjian, dan jual beli secara online.

Kini, para tersangka masih diamankan di Mapolres Sukabumi Kota guna menjalani proses penyidikan. Mereka terancam sejumlah pasal terkait penyalahgunaan narkoba, UU Kesehatan,  dan UU Psikotropika dengan ancaman hukuman berbeda-beda.

Pasal yang diterapkan terhadap para tersangka antara lain pasal 112 ayat (2), pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun, pasal 196 dan pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun, dan pasal 62 UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun. (*)

Print Friendly, PDF & Email