Ratusan Guru di Jampangtengah Selesaikan Vaksinasi Covid-19

oleh -
Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi kepala sekolah dan guru yang mengabdi di Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi sebagai persiapan pelaksanaan KBM tatap muka.

Wartawan Dicky Sopyan

Puskesmas Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Vaksinasi Covid-19 bagi para kepala sekolah dan guru dari berbagai sekolah. Pada vaksinasi itu, Puskesmas Jampangtengah membagi para guru ke dalam dua gelombang pelaksanaan penyuntikan vaksin.  

banner 970x90

“Peserta vaksinasi adalah semua guru dan kepala sekolah yang bertugas di Kecamatan Jampangtengah. Mereka berasal dari 44 sekolah. Proses vaksinasi dilakukan dalam dua gelombang,” kata pengurus K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) Kecamatan Jampangtengah, Junadi lewat aplikasi perpesanan WhatsApp, Selasa (8/6/2021).

Pada gelombang pertama, jumlah kepala sekolah dan guru yang divaksin mencapai 118 orang. Semuanya target vaksinasi dari kalangan tenaga pendidik di Jampangtengah sebanyak 228 orang. Sisanya sebanyak 110 orang akan menjalani vaksinasi pada gelombang berikutnya.

“Vaksinasi ini sebagai salah satu persiapan untuk kegiatan belajar mengajar atau KBM di sekolah. Selain itu para kepala sekolah dan guru masuk ke dalam kategori petugas pelayanan publik yang mendapat prioritas untuk divaksin. Para guru kerap berinteraksi dan bersinggungan dengan masyarakat,” jelas Junadi.

Vaksinasi Covid-19 gelombang pertama diselenggarakan pada Sabtu (5/6/2021) di SDN 3 Jamapangtengah. Jenis vaksin yang digunakan adala merek Sinovac yang didatangkan dari Tiongkok.  

“Kami akan mengupayakan vaksinasi gelombang kedua tahap pertama untuk 110 guru yang lainnya. Para guru harus mengikuti vaksinasi agar mereka bisa menjalankan tugas dengan tenang dan aman,” ujarnya.

Kepada para guru yang telah dan belum divaksin, Junadi mengimbau mereka untuk tetap menjalankan 5M yaitu memakan masker, mencuci tangan di bawah air yang mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Apalagi di sekolah nanti, para guru harus menjadi teladan dan paling depan dalam pelaksanaan aturan protokol kesehatan,” tutur dia. (*)

Print Friendly, PDF & Email