Atasi Stunting, Dinkes Luncurkan Aksi Konvergensi

oleh -
Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri (kanan) dan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara memperlihatkan dokumen intervensi pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Sukabumi melalui aksi konvergensi.

Wartawan Joko Samudro

Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar kegiatan diskusi dan aksi bertema rembuk stunting di salah satu hotel di kawasan Selabintana, Jumat (4/6/2021). Pada kegiatan itu, Dinkes memfasilitasi para peserta untuk merumuskan cara pencegahan dan penanggalangan stunting di Kabupaten Sukabumi melalui aksi bersama yang bersifat konvergensi atau memusat pada satu tujuan.

banner 970x90

Rembuk stunting yang dibuka oleh Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri itu melibatkan pentahelix yaitu akademisi, pengusaha, komunitas, pemerintah dan media. Unsur-unsur pentahelix tersebut mendeklarasikan kesiapannya untuk bersama-sama terlibat dalam aksi konvergensi penanganan stunting atau gizi buruk akut.

Di tempat rembuk stunting tampak hadir Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara, Kepala Dinkes Kabupaten Sukabumi H. Harun Alrasyid, perwakilan perangkat daerah, kantor kecamatan, pengusaha, akademisi, komunitas masyarakat, dan unsur media.

Dalam sambutannya, Kepala Dinkes Harun Alrasyid mengatakan, hasil akhir dari kegiatan yang digelarnya adalah terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang bebas stunting untuk menciptakan generasi bangsa yang tangguh.

“Output yang kami inginkan ialah pola hidup, pola asuh, dan pola makan masyarakat berubah menjadi lebih baik,” kata Harun.

Sementara Wabup Iyos dalam arahannya mengatakan, penuntasan stunting menjadi prioritas Pemkab Sukabumi dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang unggul. Aksi konvergensi, ujar dia, merupakan upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Sukabumi.

“Kita berupaya meminimalkan stunting dengan sinergitas pentahelix. Semua unsur pentahelix diharapkan bisa terlibat dan bergerak dalam upaya penuntasan stunting di Kabupaten Sukabumi,” ujar wabup.

Penanganan stunting, lanjutnya, tidak akan tuntas 100 persen kalau hanya dilakukan  Dinkes. Penanganannya harus melibatkan berbagai kalangan dan stakeholder. Semuanya harus rembukan untuk mencari cara yang tepat dalam penanganan stunting.

“Selain itu lingkungan dan perilaku masyarakat sangat berpengaruh terhadap derajat kesehatan. Kalau masyarakat konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Insya Allah stunting akan hilang. Karena itu mari kita ciptakan lingkungan bersih dan masyarakat taat PHBS,” kata Iyos.

Pada kesempatan itu, wabup menyerahkan piagam penghargaan kepada perusahaan dan kantor kecamatan yang peduli terhadap stunting. Iyos juga ikut menandatangani komitmen intervensi pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Sukabumi. (*)

Print Friendly, PDF & Email