Muspika Purabaya Gelar Vaksinasi Covid-19 bagi Pedagang

oleh -
Camat Purabaya Nunung Nurhayati bersama jajaran Muspika dan Puskesmas Purabaya mengimbau para pedagang untuk mentaati protokol kesehatan dan ikut serta pada Vaksinasi Covid-19.

Wartawan Hamjah

Jajaran Muspika Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat menggelar Vaksinasi Covid-19 bagi para pedagang di pasar dan pertokoan. Vaksinasi diselenggarakan di areal Masjid Ar-Ramdhan, Pasar Purabaya, Kamis (27/5/2021).

banner 970x90

Pada vaksinasi itu, Muspika yang terdiri dari Camat Purabaya Nunung Nurhayati, Kapolsek Purabaya, Danposramil, Kepala Puskesmas Purabaya, dan Kepala Desa Purabaya beserta aparatur lainnya melakukan sosialisasi vaksinasi kepada para pedagang.

Mereka juga tidak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan berupa 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan ketika berada di ruang publik. Muspika mengimbau masyarakat agar tidak berkerumun ketika berada di lingkungan pasar serta sering-sering mencuci tangan di wastafel umum.

Pelaksanaan vaksinasi kepada para pedagang dilakukan  dengan tata cara yang mengacu pada protokol kesehatan. Vaksinasi dilaksanakan dengan sistem pengelompokan secara tertib untuk mencegah kerumunan pada saat pelaksanaan vaksinasi.

Selanjutnya, Satgas Covid-19 Kecamatan Purabaya melaksanakan Vaksinasi Covid-19 kepada para pedagang yang sudah terdata sesuai jadwal yang telah ditentukan. Dengan penjadwalan tersebut, pelaksanaan vaksinasi tidak membentuk kerumunan.

“Kami telah menentukan jadwal vaksinasi bagi para pedagang supaya tertib. Pedagang yang mengantre, sedang divaksin, dan setelah divaksin tidak membentuk kerumunan  karena jadwalnya telah diatur,” kata Camat Nunung.  

Sebelum divaksin, para pedagang harus melewati beberapa tahapan verifikasi data dan skrining kesehatan. Setelah lolos verifikasi dan skrining kesehatan, para pedagang langsung dimasukkan ke dalam daftar warga yang akan divaksin sebagai kelompok pelayan publik.

Untuk mengantisipasi terjadinya efek samping atau KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi), Satgas Covid-19 dan tim medis menyediakan ruangan khusus sebagai tempat pemantauan dan observasi.

“Seusai divaksin, para pedagang tidak diperbolehkan langsung pulang. Mereka harus menunggu selama 30 menit di tempat yang tersedia untuk memantau perkembangan pasca vaksinasi. Setelah beres, mereka yang telah divaksin akan mendapatkan kartu vaksin,” jelas Nunung. 

“Berdasarkan pantauan, kami tidak menemukan terjadi efek samping yang serius pada para pedagang yang ikut vaksinasi,” tambahnya.

Para pedagang, lanjut dia, mendapatkan prioritas untuk davaksin  karena mereka berpotensi dan rentan tertular Virus Corona mengingat pekerjaannya yang berhubungan secara fisik dengan berbagai kalangan masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan adanya vaksinasi ini, imun para pedagang menjadi meningkat dan tubuhnya lebih kuat serta dapat mencegah terjadinya kluster baru penyebaran Covid-19,” tutur Nunung. (*)

Print Friendly, PDF & Email