Tegas Menegakkan Aturan Prokes di Tempat Wisata, Petugas Melindungi Masyarakat

oleh -
Koordinator Pusat Informasi dan Koordinasi Satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi, Herdy ‘Bima’ Somantri berjaga di titik penyekatan wisatawan yang terus mengalir ke tempat wisata di kawasan Palabuhanratu.

Wartawan Nanang Setiana

Pembatasan kendaraan dan pengunjung ke tempat wisata di Kabupaten Sukabumi terus digencarkan oleh petugas gabungan pemda, TNI, dan Polri sepanjang musim libur Idul Fitri pekan lalu. Bahkan Pemkab Sukabumi menutup sebagian besar tempat wisata, termasuk sejumlah objek wisata pantai di Palabuhanratu dan sekitarnya.

banner 970x90

Karena arus wisatawan ke kawasan geopark yang di dalamnya mencakup Palabuhanratu masih tetap mengalir dari berbagai daerah, Polres Sukabumi memperpanjang pengawasan dan pengaturan kendaraan hingga 31 Mei 2021 mendatang. Petugas gabungan akan melakukan pembatasan kendaraan ketika terjadi peningkatan pengunjung ke kawasan wisata.

Sepanjang musim libur Lebaran Satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan Pemkab Sukabumi aktif melakukan penyekatan dan penutupan sejumlah tempat wisata. Operasi penyekatan dalam skala terbatas terus dilakukan setelah musim libur berakhir. Petugas bersiaga di lokasi yang menjadi titik masuk wisatawan ke tempat wisatawan.

“Namun penutupan sejumlah tempat wisata tidak lantas menyurutkan minat masyarakat untuk berlibur dan  berkunjung ke destinasi wisata di wilayah Kabupaten Sukabumi. Selain penduduk lokal, banyak juga wisatawan dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor, Cianjur, Bandung bahkan dari luar Pulau Jawa,” kata Koordinator Pusat Informasi dan Koordinasi Satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi, Herdy ‘Bima’ Somantri kepada wartawan, Rabu (26/5/2021).

Keputusan petugas yang memberlakukan sistem penyekatan tidak direspon positif oleh wisatawan yang ngotot ingin berkunjung ke tempat wisata. Berbagai cara dilakukan mereka agar bisa melewati dan menghindari petugas penjagaan. Ada yang menggunakan jalan tikus, sebagian memanfaatkan jasa sewa warga sekitar untuk menjadi joki. Bahkan ada juga yang khusus menyewa perahu untuk menempuh perjalanan laut dan menghindari penjagaan di darat. 

“Selama operasi penyekatan, tim gabungan tetap tegas menerapkan aturan protokol kesehatan atau prokes. Tanpa terkecuali, semua pengendara dan penumpangnya diwajibkan memakai masker. Mereka juga disarankan untuk mencuci tangan di wastafel umum yang kami sediakan,” ujar Bima.

Banyak aksi kucing-kucingan terjadi, lanjut dia. Petugas tetap siaga untuk mencegah pengunjung berdatangan ke tempat wisata. Tim gabungan berhasil memutar balik ribuan kendaraan yang tetap nekat akan berwwisata di tempat-tempat yang sudah dinyatakan ditutup.  

“Sebenarnya petugas bukan menghalagi warga untuk berwisata. Namun ingin melindungi masyarakat dari serangan pandemi Covid-19. Kami berkewajiban untuk menyelamatkan warga Kabupaten Sukabumi dari Virus Corona,” kata Bima yang sehari-hari menjabat Kabid Informasi dan Komunikasi Publik pada Diskominfo dan Persandian Kabupaten Sukabumi itu.

Jauh sebelum Idul Fitri, ujar dia, Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami telah memutuskan, semua tempat wisata di wilayah Kabupaten Sukabumi tertutup bagi warga luar daerah. Lalu lintas kendaraan juga dibatasi untuk perjalanan lokal Sukabumi.

Melihat pengunjung yang mengalir seperti air bah, Pemkab Sukabumi mengubah kebijakan dengan menetapkan semua tempat wisata hanya boleh dikunjungi oleh warga lokal yakni penduduk yang tinggal di sekitar tempat tersebut. Itupun dengan penerapan prokes yang ketat yakni pengunjung harus memakai masker dan tidak boleh berkerumun.

“Selanjutnya, pemda menutup semua tempat wisata selama libur Lebaran,” jelas Bima.

Pada Sabtu (15/5/2021) lalu, petugas terpaksa membubarkan warga yang  berkerumun dan mengabaikann protokol kesehatan di sepanjang  Pantai Palabuanratu. Tim gabungan menemukan fakta, para pengunjung itu jelas-jelas melanggar prokes dengan membentuk kerumunan.   

“Banyaknya jumlah wisatawan yang tidak mematuhi protokol kesehatan memaksa petugas untuk mengambil tindakan tegas dengan melakukan pembubaran paksa dan melakukan sampling pemeriksaan di titik titik destinasi wisata. Kami khawatir terjadi penyebaran Virus Corona di tengah wisatawan,” kata Bima.

Kekhawatiran petugas gabungan itu terbukti benar. Dari hasil pemeriksaan oleh Satgas Covid-19 terdapat 2 kasus wisatawan yang  positif Covid-19 berdasarkan Rapid Diagnostic Test (RDT)  Antigen yang dilakukan secara acak. Petugas menentukan 50 pengunjung sebagai sampel pemeriksaan RDT di tempat wisata.

Bima mengimbau masyarakat untuk menahan diri sejenak dan tidak melakukan perjalanan wisata sampai keadaan benar-benar aman dan kondusif. Dia meminta masyarakat untuk membantu petugas dalam perang melawan penyebaran  Covid-19. Bantuan dari dari masyarakat, kata dia, dapat menunjang keberhasilan petugas dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona. (*)

Print Friendly, PDF & Email